Tips Tekno

Cara Hindari Pencurian Kartu SIM Swap

Jonathan Patrick, CNN Indonesia | Kamis, 23/01/2020 10:29 WIB
Cara Hindari Pencurian Kartu SIM Swap Kartu SIM menyimpan berbagai informasi data diri penggunanya. (Foto: CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pengamat keamanan siber dari CISSRec, Pratama Persadha membeberkan beberapa tips agar tidak menjadi korban pencurian kartu SIM dengan modus penukaran kartu SIM (SIM Swap), seperti yang dialami oleh wartawan senior Ilham Bintang.

1. Simpan Kartu SIM Saat Servis Ponsel

Pratama menyarankan agar konsumen menjaga kartu SIM dengan baik. Misalnya, konsumen disarankan agar menyimpan kartu SIM di saat sedang memperbaiki ponsel di tempat servis. Hal ini dilakukan untuk mencegah pencurian kartu SIM yang tidak diinginkan.


"Jangan membiarkan orang lain memegang fisik kartu SIM kita. Kita tidak pernah tahu apakah ada usaha melakukan perekaman data kartu SIM kita," ujar Pratama kepada CNNIndonesia.com, Rabu (22/1).

2. Jangan Gunakan Ponsel BM dan Rekondisi

Pratama lebih lanjut juga menyarankan agar masyarakat tidak menggunakan ponsel dari pasar gelap (BM) dan rekondisi. Pasalnya ponsel-ponsel jenis dianggap Pratama memiliki risiko pencurian data yang lebih tinggi dibandingkan ponsel biasa.

"Ponsel BM atau rekondisi, berisiko tinggi mengambil bernagai data kita, tidak menutup kemungkinan melakukan manipulasi data pada setiap kegiatan yang melibatkan kartu SIM," kata Pratama.

Pratama menjelaskan bahwa ponsel-ponsel BM dan rekodisi rentan terhadap serangan malware, misalnya saja malware Pegasus. Dalam kasus malware Pegasus, peretas dengan sengaja membebani buffer sehingga data meluap ke bagian lain dari memori ponsel.

Hal ini mengakibatkan ponsel crash atau dalam beberapa kasus bisa dijadikan celah oleh peretas untuk mengambil kontrol lebih dari ponsel. Dalam kasus peretasan akun WhatsApp, aplikasi ini sangat bergantung pada VoIP (voice over internet protocol) kompleks yang dikenal memiliki kerentanan.

Aplikasi yang menggunakan VoIP harus mengetahui panggilan masuk dan memberi tahu penerima telepon meski pengguna tidak mengangkatnya.

"Ini seperti malware Pegasus yang dalam aksinya masuk dan memanipulasi "kegiatan" kartu SIM sehingga ponsel target diambil alih," katanya," ujar Pratama.

[Gambas:Video CNN]

3. Operator Harus Tingkatkan Edukasi Pegawai

Pratama mengatakan operator harus melakukan peningkatan edukasi kepada para pegawainya dalam proses verifikasi kartu SIM. Pasalnya modus pencurian yang dialami oleh Ilham Bintang berawal dari pegawai di gerai Indosat yang meloloskan permintaan kartu SIM pelaku. Pelaku mengaku bahwa ia adalah Ilham Bintang.

"Pelaku berhasil memanipulasi dan meyakinkan pegawai provider tersebut sehingga membantu membuat kartu SIM untuk pelaku," ujar Pratama. (jnp/mik)