Huawei Bungkam Soal Ganti Google Maps di HP Mereka

CNN Indonesia | Rabu, 22/01/2020 13:03 WIB
Huawei Bungkam Soal Ganti Google Maps di HP Mereka Google maps tak lagi bisa dipakai di perngkat Huawei, sehingga santer beredar kabar kalau perusahaan itu bakal menggandeng Tomtom, perusahaan peta digital asal Belanda. (Pexels/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Huawei Indonesia masih enggan berkomentar soal kerjasama dengan Tomtom Technologies. Tomtom sendiri adalah perusahaan asal Belanda yang menyediakan layanan peta digital serupa Google Maps.

Isu soal kerjasama Huawei dengan Tomtom ini muncul dalam pemberitaan beberapa media. Pasalnya, Huawei saat ini tak lagi bisa menggunakan layanan aplikasi Google seperti Google Maps dan Google Play Store akibat kebijakan pemerintah Amerika Serikat (AS). Sehingga, diharapkan peta digital Tomtom bisa menggantikan fungsi Google Maps.

"Untuk hal tersebut, punten (maaf) kita belum bisa mengkonfirmasi," jelas Public Relations Manager Huawei Indonesia Ilham Pratama kepada CNNIndonesia.com, Rabu (22/1). "Tapi untuk hal tersebut kita sedang mempersiapkan ekosistemnya."

Pemerintah AS memasukkan Huawei dalam daftar hitam. Sehingga seluruh perusahaan AS dilarang bekerjasama dengan perusahaan China itu. Buntut perang dagang ini membuat Huawei tak lagi bisa membeli software & hardware dari perusahaan AS. Singkat kata, Huawei mesti menyiapkan seluruh ekosistem digital dari nol setelah China masuk ke daftar hitam perdagangan Amerika Serikat.


Kebijakan ini membuat Huawei kehilangan akses ke seluruh ekosistem Google di Android. Mereka juga mesti menyiapkan perangkat keras sendiri untuk laptop dan ponsel mereka. Namun, Huawei masih bisa menggunakan sistem operasi Android di ponselnya.

[Gambas:Video CNN]

Sebab, Android merupakan sistem operasi terbuka (open source). Sementara untuk sistem operasi laptop besutan Huawei, Microsoft sudah mendapat izin pemerintah untuk memperpanjang lisensi Windows bagi Huawei.

Dilansir dari Tech Crunch, perusahaan asal China tersebut sedang mempersiapkan berbagai rencana untuk menghadapi embargo dari Amerika Serikat. Huawei tak akan lagi bisa menggunakan sistem operasi Android, atau menggunakan berbagai layanan Google Mobile Service (GMS).

Dari sisi perangkat lunak, Huawei telah meluncurkan sistem operasi Hongmeng atau HarmonyOS yang disebut-sebut akan menggantikan peran Android milik Google.

Kerja sama dengan TomTom menunjukkan gelagat Huawei untuk menggantikan peran Google Maps. TomTom telah mengonfirmasi kerja sama itu, tetapi menolak untuk menawarkan informasi tambahan.

Di sisi lain, TomTom masih mengelola aplikasi di iOS dan Android. Oleh karena TomTom akan membantu Huawei untuk membuat aplikasi peta digital berbasis peta, informasi lalu lintas, dan alat navigasi TomTom.

TomTom dikabarkan sedang melakukan perubahan model bisnis dari menjual perangkat keras  ke penjualan layanan piranti lunak. (jnp/eks)