Tak Cuma Curi Kartu SIM, SIM Swap Juga Curi Data Pribadi

CNN Indonesia | Rabu, 22/01/2020 18:43 WIB
Tak Cuma Curi Kartu SIM, SIM Swap Juga Curi Data Pribadi Ilustrasi. Modus kejahatan SIM swap tidak hanya mengincar kartu SIM korban, tapi juga curi data pribadi.(CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) mengatakan pembobolan rekening yang dialami oleh wartawan senior, Ilham Bintang tak hanya disebabkan oleh modus penukaran kartu SIM (SIM swap). Bobolnya rekening Ilham disebabkan oleh serangkaian informasi yang telah diperoleh pelaku sebelum melakukan pembobolan.

Wakil Ketua BRTI Semuel Abrijani Pangerapan yakin ada data-data pribadi Ilham yang dicuri sebelum pelaku melakukan aksi SIM swap yang berujung pada pengurasan saldo rekening Ilham.

"Sekali lagi saya klarifikasi kejadian ini [pencurian rekening] tidak bisa hanya ada (melibatkan) kartu SIM. Tapi ada rangkaian informasi yang compromised. Tidak bisa karena hanya sim card. Informasi-indormasi terkait korban yang terekspos atau diambil," ujar Semuel kepada awak media di kantor Kemenkominfo, Jakarta Pusat, Rabu (22/1).

Semuel mengingatkan kerahasiaan data  pribadi harus benar-benar dijaga di era digital. Pasalnya data-data pribadi ini ketika dikumpulkan dan digabungkan bisa dimanfaatkan oleh penjahat untuk melakukan pencurian rekening atau kartu SIM.


Misalnya saja pelaku sudah memperoleh data seperti nama ibu, nomor telepon, hingga nomor rekening korban. Pelaku bisa dengan mudah mengambil alih kartu SIM dan rekening korban.
 
Semuel mengatakan kasus yang dialami oleh Bintang bukan baru kali ini saja terjadi. Oleh karena itu sudah saatnya pihak perbankan dan operator melakukan evaluasi terkait proses verifikasi data pelanggan.

BRTI sendiri akan memanggil seluruh operator untuk mengevaluasi parameter SOP (standard operational procedure) dan implementasi SOP di lapangan pada 28 Januari mendatang.

[Gambas:Video CNN]

"Kami dari Kemenkominfo dan BRTI keluarkan surat edaran untuk ingatkan operator berhati-hati dalam melakukan registrasi konsumen dan proses pergantian kartu konsumen," ujarnya.

Di sisi lain, Semuel yakin aparat kepolisian dalam waktu yang dekat bisa mengungkap pencuri dalam kasus Ilham. Pasalnya, barang bukti di era digital bisa diperoleh dengan cepat.

"Kami dalam beberapa kasus pernah bantu polisi. Era digital ini meninggalkan jejak. Barang bukti digital bisa diperoleh," ujarnya.

(jnp/eks)