Diblokir, Ojol Asal Rusia Maxim Dipaksa Patuhi Tarif di RI

CNN Indonesia | Kamis, 23/01/2020 16:09 WIB
Diblokir, Ojol Asal Rusia Maxim Dipaksa Patuhi Tarif di RI Ilustrasi ojol asal Rusia Maxim diblokir pemerintah. (dok. Maxim)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mengatakan telah mengirim surat ke aplikator ojek online asal Rusia, Maxim agar mematuhi tarif ojol yang ditetapkan pemerintah. 

Dirjen Aplikasi Informatika (Aptika) Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan Maxim telah diblokir sementara karena tidak patuh kepada aturan pemerintah. 

"Kita kasih waktu mungkin tanggal dia harus merespon. Kalau tidak merespon, tergantung dari Kementerian Hubungan Hubdar, kalau mereka akhirnya minta ditutup saya tutup," ujar Semuel kepada awak media di Kantor Kemenkominfo, Rabu (21/1).


Semuel juga mengatakan surat permintaan kepatuhan itu baru saja dikirim Kemenkominfo ke Maxim. Oleh karena itu, pihaknya akan memberikan waktu 2x24 jam.

 
Semuel mengatakan pihaknya belum bisa bisa menggunakan sanksi dalam Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik (PSTE). 

Oleh karena itu yang bisa dilakukan Kemenkominfo adalah memberikan suspensi terhadap Maxim.

"PP 71 sudah ada yang namanya sanksi dendanya, tapi kan harus ada turunan mekanismenya. Bagaimana memberikan denda, bagaimana hitungannya, nah itu yang lagi dipersiapkan di Kominfo," ujar Semuel. 

[Gambas:Video CNN]

Sebelumnya, Maxim sempat menjadi perbincangan karena didemo oleh pengemudi ojol Grab dan Gojek di Solo. Penggerudukan ini terjadi lantaran Maxim menerapkan tarif yang lebih rendah dari tarif ditetapkan Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Pada situs Maxim disebutkan biaya layanan menggunakan motor akan dihargai sebesar Rp6.000 dan dengan mobil mulai dari Rp12.000. Namun, di lapangan Maxim menetapkan per empat kilometer awal sebesar Rp3.000.


Pihak Maxim yang dihubungi tidak merespons terkait pemblokiran usahanya oleh pemerintah. (jnp/DAL)