2020, Tren Startup Mulai Cari Untung

Dini Nur Asih, CNN Indonesia | Kamis, 23/01/2020 21:22 WIB
2020, Tren Startup Mulai Cari Untung Ilustrasi Startup. (Istockphoto/ismagilov)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif melihat perusahaan rintisan (startup) akan mulai mencari keuntungan dibanding bakar duit pada 2020.

"Prediksi saya, itu kelihatan [startup mulai cari keuntungan] mungkin untuk investasi jangka panjang. Namun, yang belum menghasilkan harus bakar duit dulu tapi jangan terus-terusan," kata Deputi Akses Permodalan Kemenparekraf Fadjar Hutomo usai acara Digitaraya Impact 2020 di Jakarta, Kamis (23/1).

Untuk mencari keuntungan itu kata Fadjar, para pelaku startup mesti membuat portfolio lain misal merambah ke bisnis kuliner dan lainnya agar menghasilkan pendapatan yang diinginkan.


Kemenparekraf pun melihat tantangan cukup besar bagi startup "kecil" sepanjang tahun ini.

"Kalau mereka [pelaku startup besar] terus-terusan bakar duit, yang kecil tidak hidup dong? Jadi tidak adil. Hal ini jadi tantangan bagi startup kecil," pungkas Fadjar.

Sebelumnya, startup berbagi ruang kantor (coworking space) Wework sempat menghadapi permasalahan keuangan, ditambah gaya hidup pendiri Wework Adam Neumann yang konsumtif hingga 'mengganggu' tata kelola perusahaan.

[Gambas:Video CNN]

Perusahaan bahkan gagal melantai di bursa saham atau IPO karena dianggap menggelembungkan nilai aset mencapai US$9 miliar atau jauh lebih besar dari data sebenarnya.

Bahkan perusahaan telah memecat 2.400 karyawan mereka di seluruh dunia.

Oleh karena itu, Softbank mengambil kepemilikan mayoritas WeWork sebagai bagian dari kesepakatan untuk menyuntik modal US$5 miliar ke perusahaan. Kebijakan tersebut diambil setelah WeWork urung melantai di bursa saham.

Kepala Eksekutif SoftBank Masayoshi Son menyatakan menyesal dengan kondisi tersebut. Menurutnya ia telah salah soal investasi di WeWork.

"Keputusan investasi saya dalam banyak hal buruk. Saya sangat menyesalinya," katanya. (din/mik)