Mumi yang sudah berusia 3.000 tahun itu mengeluarkan suara suara 'ah' dan 'eh' dan dua kata yaitu 'bad' (buruk) dan 'bed' (tempat tidur).
Para ilmuwan menggunakan teknologi CT scan untuk memberikan gambar saluran vokal yang kemudian dapat dicetak dan digunakan untuk mensitetis suara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilansir York Shire Post, mumi Nesyamun disimpan di Museum Leeds, Inggris. Penyebab kematian Nesyamun saat itu akibat masalah kesehatan yang kompleks seperti arthritis, cacing parasit yang bersarang di tubuhnya, dan kesehatan mata.
Penyakit ini lebih banyak ditemukan pada orang-orang di atas usia 65 tahun, walaupun banyak pula anak-anak, remaja, dan orang dewasa yang mengalaminya.
[Gambas:Video CNN]
Selain itu, kondisi ini lebih sering mempengaruhi wanita dibanding pria. Orang-orang dengan berat badan berlebih atau obesitas juga lebih berisiko mengalami peradangan pada sendi.
Menurut situs resmi Museum Leeds, Nesyamun merupakan seorang pendeta di Kuil Amun tepatnya berada di kompleks Karnak Thebes, Mesir.
Nesyamun diperkirakan hidup pada masa pemerintahan Ramses XI, antara tahun 1113 dan 1085 SM. Peti matinya dilukis dengan adegan-adegan dari Book of The Dead yang menggambarkan Nesyamun membuat persembahan kepada para dewa.
Mumi Nesyamun telah menjadi subjek investigasi mumi multidispliner pertama tahun 1828. Mumi ini juga disebut menjadi satu-satunya mumi yang diketahui berasal dari dinasti ke-19 dan salah satu koleksi mumi yang selamat dari pemboman selama Perang Dunia Kedua.