Kominfo 'Tak Berdaya' Hadapi Hoaks dan Malware Virus Corona

CNN Indonesia | Senin, 03/02/2020 20:27 WIB
Kominfo 'Tak Berdaya' Hadapi Hoaks dan Malware Virus Corona Informasi hoaks soal virus corona. (Dok. Istimewa)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mengatakan pihaknya belum memblokir semua informasi palsu dan disinformasi atau hoaks terkait virus corona novel yang beredar di media sosial dan layanan pesan instan.

Menurut Menkominfo Johnny G. Plate, saat ini penindakan hoaks corona hanya bersifat persuasif dan memberikan label 'hoaks' pada konten yang tidak kredibel.

"Baru kita sampaikan secara persuasif, sudah, jangan, stop tetapi malah bertambah terus [hoaks soal corona]. Maka dari itu kita kasih stempel hoaks, kita sebarkan, kalau berulang-ulang terus akan ada penegakan hukum oleh aparat," kata dia kepada awak media di kantor Kemenkominfo, Jakarta, Senin (3/2).


Lebih lanjut kata Johnny, penyebaran informasi keliru soal corona paling banyak terjadi di WhatsApp namun Kemenkominfo belum berencana untuk membatasi penggunaan layanan pesan instan milik Facebook itu.

"Justru yang kita minta WhatsApp diperbanyak [pesan atau informasi] menjelaskan yang benar. Jangan berpikir membatasi WhatsApp," tuturnya.


"Jangan me-forward [mengirim ulang pesan] informasi yang tidak benar ya. Ada 54 disinformasi yang telah kami lihat, ini bisa bahaya kalau disebar melalui media sosial dan lainnya," pungkas Johnny.

Saat ini, ada penambahan hoaks terkait virus corona. Pada Jumat (31/1) lalu, Kemenkominfo mencatat ada 36 hoaks dan telah bertambah menjadi 54 hoaks per hari ini.

Setidaknya ada 15 hoaks terkait virus corona yang berhasil dihimpun tim mesin AIS Kemenkominfo, antara lain, buku ngaji Iqro sudah lama memprediksi terjadinya Virus Corona, adanya pasien di Jombang yang terkena Virus Corona, dan dua penumpang Lion Air meninggal karena Virus Corona.

Untuk meredam hoaks virus corona, Kemenkominfo melalui Ditjen Aplikasi Informatika Semuel Abrijani Pangarepan mengatakan pihaknya baru tengah mengupayakan untuk menerapkan metode pesan singkat atau SMS blast guna menyebarkan informasi yang kredibel tentang corona.

"Memang kita sedang memikirkan SMS blast ini supaya menjadi saluran informasi yang kita berikan secara resmi," kata Semuel.

[Gambas:Video CNN]

Kominfo Belum Bertindak soal Virus Corona Disusupi Malware

Perusahaan solusi keamanan siber Kaspersky hari ini (3/2) merilis laporan terkait temuan file berbahaya yang menyamar sebagai dokumen tentang virus corona novel. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) pun menghimbau kepada masyarakat untuk tidak mengklik situs yang mencurigakan soal corona.

"Terkait malware, jangan membuka file yang sumbernya mencurigakan. Kominfo akan terus berkoordinasi dengan BSSN tentang malware-malware yang masuk," kata Semuel.

"Oleh karenanya, hati-hati membuka hoaks yang ada tautannya, apalagi yang ada link download-nya karena berpotensi tinggi disusupi malware," sambungnya.

Di dalam laporan Kaspersky yang diterima CNNIndonesia.com, perusahaan menemukan file berbahaya itu berkedok file pdf, mp4, docx. Nama-nama file yang dibuat menyiratkan bahwa mereka berisi instruksi video tentang cara melindungi diri dari virus, info terkini seputar ancamannya.


Bahkan pelaku membagikan informasi terkait prosedur deteksi dini virus corona.

"Sejauh ini kami hanya melihat sejumlah 10 file unik tetapi karena aktivitas demikian kerap terjadi dengan topik populer di media, maka kami memperkirakan kecenderungan ini akan bertambah," tulis Analis Malware Kaspersky, Anton Ivanov.

Lebih lanjut, Kaspersky mengatakan file-file berbahaya itu berisi Trojan yang mampu memblokir, memodifikasi atau menyalin data, serta mengganggu pengoperasian atau jaringan komputer.

Akibat virus corona yang makin meluas, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan pemerintah Indonesia meminta WNI untuk sementara tidak melakukan perjalanan ke China di tengah merebaknya penyebaran virus corona.

Selain itu, pemerintah Indonesia juga akan menghentikan sementara seluruh penerbangan dari dan menuju China. Larangan tersebut akan berlaku mulai Rabu (5/2) pukul 00.00 WIB.

Pemegang paspor China dan warga negara asing yang mengunjungi Negeri Tirai Bambu dalam 14 hari terakhir secara resmi dilarang transit dan memasuki kawasan Indonesia.

Selain virus corona, pemerintah China melaporkan temuan wabah flu burung (H5N1) ditengah upaya untuk melawan penyebaran wabah corona. Virus mematikan ini ditemukan di Wuhan, Provinsi Hubei, China pada Desember 2019 lalu.

Hingga Minggu (2/2) korban meninggal dunia akibat wabah virus corona mencapai 304 orang. Sementara itu, jumlah penyebaran virus corona menjadi 14.380 kasus. Bahkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengumumkan epidemi virus corona sebagai darurat global.

(din/DAL)