Facebook Salahkan Apple di Kasus Bobol WhatsApp Bos Amazon

CNN Indonesia | Jumat, 07/02/2020 04:44 WIB
Facebook Salahkan Apple di Kasus Bobol WhatsApp Bos Amazon Ilustrasi Facebook. (AP Photo/Richard Drew)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pendiri Telegram Pavel Durov memberikan kritik terhadap celah keamanan di WhatsApp sebagai buntut peretasan ponsel CEO Amazon, Jeff Bezos. Pavel mengatakan celah keamanan backdoor WhatsApp telah dimanfaatkan spyware Pegasus untuk mengambil alih ponsel Bezos.

Dilansir dari Telegraph, alih-alih meminta maaf, WhatsApp  justru mengatakan Apple merupakan pihak yang harus disalahkan dalam kasus peretasan Bezos. Apple ada pengembangan sistem operasi iOS yang juga digunakan oleh Bezos. WhatsApp mengklaim yang diretas bukanlah WhatsApp, melainkan iOS.

Dalam tuduhan WhatsApp kepada Apple, Durov dalam hal ini berpihak dengan Apple. Ia mengatakan ada beberapa kejanggalan dalam tuduhan ini.


Perangkat iOS memang memiliki masalah terkait privasi, tapi Durov membeberkan ada dua alasan bahwa WhatsApp tetaplah pihak yang seharusnya bertanggung jawab atas kasus peretasan Bezos.


1. Kerentanan Peretasan Video Tak Hanya Ada di iOS.

Pertama, kerentanan 'video corrupt' tak hanya ditemukan di iOS tapi juga di Android dan Windows Phone.  Agar malware/ spyware Pegasus ini terpasang, peretas tinggal mengirimkan video ke korban untuk mengambil data pengguna.

Spyware itu kemudian berhasil mengambil data dan informasi milik Bezos. Laporan dari penyidik PBB, spyware berhasil mencuri data sebesar 6 GB.

"Artinya, di semua perangkat seluler dengan WhatsApp terpasang," ujar Durov. 

[Gambas:Video CNN]

2. Spyware Pegasus Tidak Ada Pada Aplikasi Perpesanan Lain di iOS

Durov mengatakan saat ini WhatsApp merupakan satu-satunya aplikasi perpesanan yang mengalami serangan Pegasus di iOS. Oleh karena itu, masalah peretasan Pegasus tidak secara khusus merupakan salah iOS, tapi merupakan salah WhatsApp.

"Jika Jeff Bezos mengandalkan Telegram alih-alih WhatsApp, ia tidak akan diperas oleh orang-orang yang mengancam komunikasinya," ujar Durov.

Dalam pemasaran, Durov mengatakan WhatsApp menggunakan kata-kata "end to end encryption" sebagai jurus yang secara otomatis membuat semua komunikasi terkesan aman.

Dilansir dari Gizmodo, Facebook Vice President of Global Affairs and Communications, Nick Clegg mengatakan bahwa peretasan Bezos bukanlah salah WhatsApp karena end to end encryption disebut anti diretas. Clegg justru menyalahkan sistem operasi Apple.

"Kedengarannya seperti sesuatu pada apa yang mereka sebut operasinya, dioperasikan di telepon itu sendiri. Tidak mungkin ada apa pun ketika pesan dikirim, dalam perjalanan, karena itu dienkripsi end-to-end  di WhatsApp," ujar Clegg.



(jnp/DAL)