Dilansir dari Telegraph, alih-alih meminta maaf, WhatsApp justru mengatakan Apple merupakan pihak yang harus disalahkan dalam kasus peretasan Bezos. Apple ada pengembangan sistem operasi iOS yang juga digunakan oleh Bezos. WhatsApp mengklaim yang diretas bukanlah WhatsApp, melainkan iOS.
Dalam tuduhan WhatsApp kepada Apple, Durov dalam hal ini berpihak dengan Apple. Ia mengatakan ada beberapa kejanggalan dalam tuduhan ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Bos Telegram Kritisi Tiga Kelemahan WhatsApp |
1. Kerentanan Peretasan Video Tak Hanya Ada di iOS.
Spyware itu kemudian berhasil mengambil data dan informasi milik Bezos. Laporan dari penyidik PBB, spyware berhasil mencuri data sebesar 6 GB.
"Artinya, di semua perangkat seluler dengan WhatsApp terpasang," ujar Durov.
[Gambas:Video CNN]
2. Spyware Pegasus Tidak Ada Pada Aplikasi Perpesanan Lain di iOS
Durov mengatakan saat ini WhatsApp merupakan satu-satunya aplikasi perpesanan yang mengalami serangan Pegasus di iOS. Oleh karena itu, masalah peretasan Pegasus tidak secara khusus merupakan salah iOS, tapi merupakan salah WhatsApp.
"Jika Jeff Bezos mengandalkan Telegram alih-alih WhatsApp, ia tidak akan diperas oleh orang-orang yang mengancam komunikasinya," ujar Durov.
Dalam pemasaran, Durov mengatakan WhatsApp menggunakan kata-kata "end to end encryption" sebagai jurus yang secara otomatis membuat semua komunikasi terkesan aman.
"Kedengarannya seperti sesuatu pada apa yang mereka sebut operasinya, dioperasikan di telepon itu sendiri. Tidak mungkin ada apa pun ketika pesan dikirim, dalam perjalanan, karena itu dienkripsi end-to-end di WhatsApp," ujar Clegg.
[Gambas:Twitter]