Uji Produk

Xiaomi Black Shark 2 Pro, Saingan Ketat Asus ROG II

eks, CNN Indonesia | Jumat, 07/02/2020 18:23 WIB
Black Shark 2 Pro dilengkapi dengan joystick dalam paket pembeliannya. (CNN Indonesia/Eka Santhika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Akhir tahun lalu, Xiaomi, Asus, dan Realme, sama-sama mengeluarkan ponsel anyar dengan chipset Qualcomm Snapdragon 855 plus. Xiaomi dengan Black Shark 2 Pro dan Asus dengan ROG Phone 2 melabeli ponsel mereka sebagai smartphone gaming. Sementara Realme malu-malu tak ingin menempelkan embel-embel gaming pada Realme X2 Pro.

Dari ketiga ponsel tersebut, harga Black Shark 2 Pro ada di antara Realme X2 Pro dan ROG 2. Pada awal peluncuran, ponsel ini dilego Rp8,9 juta dengan memori RAM 8GB dan ROM 128GB. Sementara RAM 12 GB dan ROM 256 dilego Rp10,9 juta. Asus tak mau ketinggalan, ponselnya dilego tak jauh dari harga Black Shark 2 Pro, Rp8,5 juta untuk memori 8GB+128GB dan Rp12,5 juta untuk memori 12G+512GB.

Tampilan


Membesut gelar ponsel gaming, Xiaomi merancang Black Shark dengan tampilan cukup garang. Bagian belakang ponsel dirancang tidak seperti smartphone kebanyakan. Detil dan lekuk-lekuk ponsel ini cukup rumit dan dilengkapi dengan lampu LED pada bagian tengah ponsel yang makin memulas tampilan ponsel. Tampilan ini membuat ponsel tampak "jantan". Bodi ponsel ini juga lebih ringan ketimbang kompetitornya, ROG 2 dan Realme 2 Pro.

Lampu LED ini ditempatkan di bagian belakang dan samping bodi. Lampu samping akan menyala ketika pengguna mengaktifkan mode Shark Space. Ini adalah mode overclocking, alias mode untuk menggeber performa ponsel.

Overclock adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan ketika chipset dipaksa bekerja melebihi batas yang disarankan oleh pembuat chipset. Karena dipaksa bekerja keras maka tak heran jika ponsel langsung terasa lebih hangat ketika mode ini diaktifkan. Mode ini diaktifkan dengan menggeser tombol yang ada di kanan atas ponsel.

Ketika mode ini diaktifkan, pengguna akan dibawa pada tampilan khusus. Ketika masuk dalam Shark Space, maka semua notifikasi ponsel akan dimatikan. Dengan demikian, pengguna bakal fokus menggeber gim yang sedang dimainkan. Selain itu, ada pengaturan khusus untuk mengoptimalkan gim ketika mengaktifkan mode ini.

Ponsel ini juga menempatkan pengeras suara (speaker) ganda di bagian atas dan bawah ponsel. Jika ponsel digunakan bermain gim secara horizontal, maka dua speaker ini bakal menyajikan suara stereo. Speaker stereo ini juga membantu ketika bermain gim yang perlu mendengarkan arah tembakan dari sebelah kiri atau kanan, misalnya.
Xiaomi Black Shark 2 Pro, Saingan Ketat Asus ROG IIBlack Shark 2 Pro (CNN Indonesia/Eka Santhika)

Namun, kekuatan dua speaker ini tidak seimbang. Speaker bawah lebih bertenaga ketimbang speaker atas. Sehingga, mengurangi kenyamanan ketika mendengarkan audio. Tidak seperti Asus ROG 2 yang punya speaker ganda dengan kekuatan dentuman yang seimbang.

Xiaomi juga menyertakan sebuah casing pelindung plastik. Casing ini tak cuma berguna melindungi bodi ponsel, tapi juga menjadi pelengkap jika pengguna ingin menggunakan joystick yang disertakan dalam paket pembelian. Sisi negatifnya, jika pengguna membeli casing tersendiri, mesti dipastikan dulu casing itu muat dipasangkan dengan joystick ini. Pasalnya, ukuran cengkraman joystick tak bisa diubah sesuka hati.

Dalam paket pembelian, Xiaomi juga menyertakan kabel USB OTG, pengisi daya cepat 27 Watt beserta kabel. Paket pembelian yang biasa hanya menyertakan joystick sebelah kiri. Pengguna mesti membeli terpisah jika ingin membeli joystick sebelah kanan.


Layar ponsel menggunakan panel AMOLED, yang membuat tampilan jadi mentereng. Namun, layar ini tidak diberi embel-embel rerata penyegaran layar yang tinggi. Sebagai contoh Realme 2 Pro menawarkan refresh rate 90 Hz dan ROG 2 yang punya 120 Hz.

Meski punya refresh rate 60 Hz seperti ponsel pada umumnya, Xiaomi mencoba mengungguli dengan meningkatkan sensitivitas layar terhadap sentuhan, sehingga layar lebih cepet merespons dengan 34,7 milisekon (ms). Dalam video yang dipamerkan di Youtube Black Shark, fitur ini menguntungkan pengguna lantaran membuat tembakan pada permainan FPS lebih cepat dilepaskan.

Selain itu, layarnya pun mengenali seberapa keras tekanan di layar. Kemampuan ini dilabeli sebagai Master Touch, serupa dengan 3D Touch pada iPhone. Black Shark juga sudah menyematkan pemindai sidik jari bawah layar yang sangat responsif.

Performa dan Kamera

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2 3