Kominfo Respons Andre: Prostitusi Online Terbanyak di Twitter

CNN Indonesia | Kamis, 06/02/2020 17:39 WIB
Kominfo mengaku banyak platform digital yang kini digunakan untuk melakukan transaksi prostitusi online, salah satu yang terbanyak di Twitter. Ilustrasi twitter. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Komunikasi & Informatika (Kemenkominfo) mengatakan bukan hanya aplikasi MiChat yang disalahgunakan untuk transaksi prostitusi online.

Berbagai platform juga digunakan untuk transaksi ilegal tersebut, khususnya Twitter yang dicatat Kemenkominfo sebagai tempat yang lebih marak digunakan untuk prostitusi online.

Plt Kepala Biro Humas Kemenkominfo , Ferdinandus Setu menanggapi hal tersebut setelah ada kasus penangkapan pekerja seks komersial (PSK) Sumatera Barat yang melibatkan Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra Andre Rosiade yang berawal dari aplikasi MiChat.


"Itu [prostitusi online] tidak hanya MiChat, yang lebih banyak kami blokir di Twitter itu lebih banyak seperti open booking out atau BO dan prostitusi online," ujar pria yang akrab dipanggil Nando kepada CNNIndonesia.com, Kamis (6/2).


Nando mengatakan kemungkinan platform dijadikan ruang prostitusi online sangat terbuka. Ia mengatakan Kemenkominfo terus mengawasi konten-konten prostitusi online yang masuk ke dalam konten negatif.

Ia mengatakan pengembang aplikasi ini menuruti perintah pemerintah apabila diminta untuk memblokir suatu akun yang ketahuan menyebarkan konten ilegal.

"Kami mengawasi konten di dalamnya, mereka taati. Ketika kami minta akun tertentu untuk diblokir, mereka (pengembang) blokir. Upaya itu  yang kami lihat  aplikasi masih patuh ke pemerintah," kata Nando.

[Gambas:Video CNN]

Nando kemudian mengatakan, MiChat hanya dijadikan sebagai ruang perkenalan antara Andre dengan PSK yang hendak ia jebak. Transaksi lebih lanjut dilakukan di platform lain.

Lebih lanjut Nando mengatakan MiChat mematuhi seluruh aturan di UU ITE termasuk penyebaran konten negatif. Pasalnya Michat tidak memiliki fitur yang mendukung penyebaran konten negatif. Dalam hal ini yang bersalah adalah pengguna yang menjadikan platform perpesanan menjadi platform transaksi prostitusi online.

"Ini lebih ke praktiknya pengguna dan yang menyalahgunakan untuk kepentingan tertentu untuk prostitusi online," ujar Nando.

PSK berinisial NN sebelumnya kepada media mengaku dijebak dalam penggerebekan prostitusi online pada Minggu (26/1). Kapolda Sumbar Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Stefanus Satake Bayu Setianto sementara itu mengatakan penggerebekan dilakukan atas laporan Andre Rosiade.

Bayu bahkan mengungkap Andre sengaja memesan NN lewat aplikasi pesan singkat. Tindakan itu sengaja dilakukan untuk ikut serta memberantas prostitusi online di Padang.

(jnp/DAL)