Country Head Grab Singapura Yee Wee Tang mengatakan proteksi penghasilan berupa uang tersebut diberikan sembari menunggu masa pemulihan dan bisa kembali bekerja.
"Sebagai wujud dari proteksi penghasilan, mitra GrabFood yang tengah dirawat di rumah sakit atau dikarantina karena virus corona berhak mendapat tunjangan sebesar $200," ujar Tang, dikutip dari Strait Times Singapore, Selasa (11/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jalin Kemitraan dengan Pemerintah
Menteri Transportasi, dan Komunikasi-Informasi Singapura Janil Puthucheary memuji langkah Grab yang berorientasi income protection tersebut.
"Di bawah kemitraan Grab-NPHVA, pengemudi Grab dapat mengikuti training atau kursus keterampilan baru yang relevan dengan pekerjaan mereka, seperti defensive driving dan digital workspace," ujar Janil.
Kursus semacam itu diharapkan dapat mendorong para mitra pengemudi yang mengalami penurunan penghasilan agar mereka siap ketika kembali ke dunia kerja.
Seorang mitra driver Lee Kim Hock mengaku mengalami kesulitan mendapat pemasukan sejak merebaknya kasus virus corona. Akibatnya, ia harus menambah jam kerjanya dari 12 jam menjadi 15 jam sehari.
Namun ia optimistis akan memperoleh wawasan baru dan keterampilan tambahan dari program pelatihan yang diadakan pemerintah setempat agar bisa meningkatkan penghasilannya juga.
"Ketika bisnis dan penghasilan sedang turun, kita harus siap," ujarnya. (fef)