Antisipasi Corona, Grab Singapura Pastikan Proteksi Mitra

Grab Indonesia, CNN Indonesia | Selasa, 11/02/2020 17:46 WIB
Proteksi penghasilan sebesar $200 tersebut diberikan kepada mitra GrabFood yang tengah dirawat di rumah sakit atau dikarantina karena virus corona. Ilustrasi masker. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Grab Singapura memastikan semua mitra driver maupun GrabFood mendapatkan proteksi penghasilan (income protection). Hal ini dilakukan untuk melindungi para mitra seiring dengan berkurangnya penghasilan akibat virus corona.

Country Head Grab Singapura Yee Wee Tang mengatakan proteksi penghasilan berupa uang tersebut diberikan sembari menunggu masa pemulihan dan bisa kembali bekerja.

"Sebagai wujud dari proteksi penghasilan, mitra GrabFood yang tengah dirawat di rumah sakit atau dikarantina karena virus corona berhak mendapat tunjangan sebesar $200," ujar Tang, dikutip dari Strait Times Singapore, Selasa (11/2).


Mitra GrabFood Er Yi Ming mengaku senang atas kebijakan Grab dalam melindungi penghasilan rutin para mitranya. Meski menurutnya, hingga kini belum ada penurunan volume order yang didapat semenjak menyeruaknya kasus virus corona pada 22 Januari itu.

Jalin Kemitraan dengan Pemerintah
Menteri Transportasi, dan Komunikasi-Informasi Singapura Janil Puthucheary memuji langkah Grab yang berorientasi income protection tersebut.

Dia menyebut pemerintah tengah bekerja keras untuk mendukung yang ditargetkan terhadap industri taksi online. Salah satunya melalui jalinan kemitraan antara Grab dan National Private Hire Vehicles Association (NPHVA).

"Di bawah kemitraan Grab-NPHVA, pengemudi Grab dapat mengikuti training atau kursus keterampilan baru yang relevan dengan pekerjaan mereka, seperti defensive driving dan digital workspace," ujar Janil.

Kursus semacam itu diharapkan dapat mendorong para mitra pengemudi yang mengalami penurunan penghasilan agar mereka siap ketika kembali ke dunia kerja.

Seorang mitra driver Lee Kim Hock mengaku mengalami kesulitan mendapat pemasukan sejak merebaknya kasus virus corona. Akibatnya, ia harus menambah jam kerjanya dari 12 jam menjadi 15 jam sehari.

Namun ia optimistis akan memperoleh wawasan baru dan keterampilan tambahan dari program pelatihan yang diadakan pemerintah setempat agar bisa meningkatkan penghasilannya juga.

"Ketika bisnis dan penghasilan sedang turun, kita harus siap," ujarnya. (fef)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK