Nissan Dirundung Masalah, Laba Anjlok 87 Persen

AFP, CNN Indonesia | Senin, 17/02/2020 05:40 WIB
Nissan Dirundung Masalah, Laba Anjlok 87 Persen Nissan Motor Co membukukan kinerja keuangan yang buruk pada 2019. (Foto: CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Nissan Motor Co membukukan kinerja keuangan yang buruk pada 2019. Laba bersih perusahaan anjlok hingga 87 persen periode April hingga Desember tahun lalu.

Mengutip AFP, keuangan Nissan merosot lantaran menurunnya permintaan dan dampak dari penangkapan mantan bos Nissan Carlos Ghosn. Perusahaan pun telah merevisi target penjualan dan laba bersih sepanjang tahun fiskal.

"Biarkan saya menyatakan penyesalan yang tulus kepada pemegang saham. Realisasi kinerja perusahaan lebih rendah dari yang diharapkan," ungkap CEO Nissan Makoto Uchida, Minggu (16/2).


Ia menyatakan Nissan membukukan laba bersih sebesar 39,3 miliar yen atau US$358 juta pada April sampai Desember 2019. Hal ini sejalan dengan penurunan penjualan sebesar 12,5 persen menjadi 7,5 miliar yen pada periode tersebut.

Sementara, perusahaan mobil asal Jepang ini tercatat rugi bersih sebesar 26,1 miliar yen untuk periode Oktober 2019-Desember 2019.

Uchida mengungkapkan penjualan paling lemah terjadi di Amerika Serikat (AS) dan Jepang. Regulasi pajak di dua negara itu telah mempengaruhi minat masyarakat untuk membeli mobil.

[Gambas:Video CNN]

"Nissan berada dalam situasi sangat parah pada saat persaingan di pasar mobil global semakin meningkat," kata Analis Mobil Satoru Takada.

Manajemen Nissan memperkirakan hanya dapat mengantongi laba bersih sebesar 65 miliar yen untuk tahun fiskal hingga Maret 2020. Angkanya turun dibandingkan dengan proyeksi awal yang mencapai 110 miliar yen.

Sementara, penjualan perusahaan diproyeksi hanya sebesar 10,2 triliun yen. Perkiraan tersebut turun dari sebelumnya yang mencapai 10,6 triliun yen.

Namun, Uchida memastikan penurunan proyeksi kinerja perusahaan tahun ini tak ada kaitannya dengan penyebaran wabah virus corona yang sedang mewabah saat ini.

"Pasar tetap percaya bahwa ada kaitannya dengan virus corona," kata Uchida.

Sejauh ini, analis sedang menghitung dampak dari virus corona terhadap produksi Nissan di China. Nissan sendiri telah menghentikan operasional empat pabriknya di Negeri Tirai Bambu tersebut. (aud/mik)