XL7 Satu Jalur Produksi dengan Ertiga di Pabrik Cikarang

CNN Indonesia | Senin, 17/02/2020 11:46 WIB
XL7 Satu Jalur Produksi dengan Ertiga di Pabrik Cikarang Suzuki XL7. (CNN Indonesia/ Rayhand Purnama)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kehadiran produk baru XL7 menambah utilitas pabrik Suzuki di Cikarang, Jawa Barat sebanyak 36 ribu unit per tahun. Sebesar 24 ribu unit dari tambahan itu di antaranya ditujukan untuk pasar domestik, sedangkan sekitar 12 ribu unit buat pasar ekspor.

Pabrik Cikarang seluas 1,3 hektar yang telah diresmikan pada 29 Mei 2015 itu memiliki total kapasitas 200 ribu unit per tahun, namun selama ini hanya diketahui memproduksi Ertiga.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia, Ertiga pada 2019 diproduksi sebanyak 54.555 unit atau berarti sekitar 4.500 unit per bulan.


Presiden Direktur Suzuki Indombil Sales Seiji Itayama menjelaskan XL7 bakal diekspor ke 'hampir 30 negara'. Produksi XL7 buat konsumen di Indonesia disebut sudah dimulai sejak Januari namun dia enggan mengungkap kapan jadwal produksi ekspor termasuk negara mana yang pasti menerimanya.

Itayama juga menjelaskan produksi Ertiga dan XL7 dilakukan di jalur produksi yang sama. Kedua produk itu dirancang menggunakan platform yang sama, heartect, meski begitu Suzuki mengklaim terdapat 300 komponen yang berbeda.

Kandungan lokal XL7 dikatakan Suzuki sebesar 85 persen, sedangkan Ertiga 87 persen.

"Karena kita sekarang mulai produksi XL7 dari bulan Januari, kita sudah menaikkan kapasitas. Oleh karena itu kita juga sudah tambah karyawan juga di pabrik Cikarang," ucap Itayama saat peluncuran XL7 di Jakarta, Sabtu (15/2).

Itayama juga tidak merinci berapa jumlah karyawan yang ditambah. Meski begitu dia mengatakan selama ini produksi di pabrik Cikarang hanya satu shift, namun 'sebentar lagi jadi dua shift'.
[Gambas:Video CNN]

Komparasi Domestik dan Ekspor

Berdasarkan rencana produksi XL7 sebesar 36 ribu unit per tahun dengan pembagian 24 ribu unit untuk domestik dan 12 ribu unit buat ekspor, Suzuki menargetkan penjualan produk kelas low SUV ini bisa laku 2.000 unit per bulan di Indonesia.

Direktur Pemasaran SIS Donny Saputra mengatakan target itu mewakili 20 persen dari total pasar low SUV di dalam negeri yang sudah diisi Toyota Rush, Daihatsu Terios, dan Honda BR-V.

Sementara buat ekspor, SIS berharap XL7 setidaknya bisa diserap 1.000 unit per bulan di pasar luar negeri. (fea)