Cara Kerja EIR untuk Deteksi IMEI Ponsel Ilegal

CNN Indonesia | Selasa, 18/02/2020 06:11 WIB
Cara Kerja EIR untuk Deteksi IMEI Ponsel Ilegal Ilustrasi IMEI ponsel ilegal. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian serta Kementerian Komunikasi dan Informatika telah menetapkan bahwa aturan IMEI (International Mobile Equipment Identity) akan diberlakukan mulai 18 April 2020.

Sebelum diimplementasikan, operator telekomunikasi mesti menguji coba sistem untuk memblokir ponsel ilegal mulai hari ini. Mereka adalah XL Axiata dan Telkomsel.

Berdasarkan informasi dari Group Head Corporate Communication XL Axiata Tri Wahyuningsih, pihaknya mendapat giliran uji coba (proof of concept/POC) hari ini sedangkan Telkomsel bakal melakukan uji coba Selasa (18/2) esok.


"Iya betul, akan ada uji coba teknis terkait penerapan aturan IMEI," kata Ayu saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (17/2).


Nantinya, kedua operator itu akan melakukan uji coba pemblokiran menggunakan blacklist (daftar hitam) dan whitelist (daftar putih) melalui alat pendeteksi Equipment Identity Registration (EIR).

Bagaimana cara kerja EIR untuk mendeteksi ponsel BM?

EIR sendiri merupakan sebuah sistem yang dirancang untuk mendeteksi nomor IMEI perangkat ponsel. Setelah IMEI terdeteksi, ia akan mengelompokkan ponsel legal dan ilegal berdasarkan IMEI yang terdaftar. Jika terbukti ilegal, maka ponsel tersebut akan diblokir.

Saat ini ada dua wacana penerapan mekanisme pemblokiran ponsel yang tengah digodok pemerintah yaitu, blacklist (daftar hitam) dan whitelist (daftar putih).


Ketika EIR digunakan pada mekanisme blacklist, EIR hanya mengecek legalitas ponsel-ponsel yang telah mengaktifkan kartu SIM.

Sementara dalam whitelist, kapasitas alat EIR mesti besar agar mampu memproses seluruh data IMEI legal yang terdafyar ke basis data Sibina (Sistem Informasi Basis Database IMEI Nasional) yang disiapkan oleh Kementerian Perindustrian.

[Gambas:Video CNN]

Sibina merupakan sistem yang akan menyimpan seluruh IMEI dari vendor dan importir resmi di Indonesia. Nantinya, dari pendeteksi IMEI Sibina akan memberikan notifikasi kepada operator seluler, apakah nomor IMEI tersebut whitelist atau blacklist.

Data IMEI yang berada dalam Sibina sebelumnya akan dipasangkan dengan Tanda Pendaftaran Produk (TPP) Kemenperin.

TPP ini memiliki data spesifikasi ponsel dari vendor dan importir. Sedangkan data pelanggan seluruhnya berada di operator seluler.




(din/DAL)