"Sebetulnya masih butuh kajian mendalam karena sample size nya masih terlalu kecil," ujar Sugiyono kepada CNNIndonesia.com, Senin (17/2).
Sugiyono membenarkan telah ada studi yang meneliti Covid-19 di tubuh orang Asia yang dilakukan oleh peneliti Universitas Tongji dan Universitas Kesehatan Guangzhou, China. Akan tetapi, dia menyebut penelitian itu hanya meneliti 8 sampel.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Temuan itu, lanjut dia mengindikasikan bahwa orang Asia laki-laki tersebut lebih rentan terinfeksi Covid-19.
Dalam penelitian itu, dia membeberkan laki-laki memiliki gejala yang lebih parah dari pada perempuan. Dia menyebut fatality rare laki-laki terjangkit sebesar 21,9 persen dan perempuan 13,2 persen.
"Dari data ini mungkin bisa menguatkan, bahwa memang laki-laki lebih rentan terinfeksi," ujarnya.
[Gambas:Video CNN]
Lebih dari itu, dia kembali perlunya pengkajian mendalam dengan ukuran sampe yang lebih besar tentang ekspresi reseptor ACE2 untuk memastikan bahwa memang orang Asia lebih berisiko terinfeksi Covid-19 daripada ras lain.
"Walaupun kenyataannya memang kebanyakan penderita adalah orang Asia," ujar Sugiyono.
Sebelumnya, Covid-19 dikabarkan lebih banyak menyerang warga lokal China. Muhammad Luthfi Madani, WNI yang bekuliah di Universitas Politeknik Hubei menyebut ratusan mahasiswa asing di asramanya tidak terjangkit Covid-19. Luthfi mengaku virus corona tersebut banyak menyerang warga lokal.
"Ada sekitar 100 mahasiswa asing di asrama, Alhamdulillah semuanya sehat sampai saya tinggalkan pulang ke Indonesia," ujar Luthfi di Bandara Internasional Syamsudin Noor, Banjarmasin, Minggu (16/2), melansir Antara.