Dengan Teknologi, Layar Ponsel Diklaim Mudah Diasuransikan

CNN Indonesia | Selasa, 18/02/2020 02:51 WIB
Retaknya layar ponsel merupakan salah satu masalah paling umum yang terjadi pada pengguna smartphone di seluruh dunia, termasuk milenial di RI. Ilustrasi layar ponsel. (Freestocks)
Jakarta, CNN Indonesia -- Retaknya layar ponsel merupakan salah satu masalah paling umum yang terjadi pada pengguna smartphone di seluruh dunia. Menurut survei yang dilakukan SquareTrade, layar yang retak adalah masalah nomor satu yang ditemukan di antara pemilik smartphone.

Menurut portal data dan statistik milik Statista, Indonesia sendiri adalah negara dengan jumlah pengguna smartphone terbesar ke-6 di dunia.

Sebagai platform asuransi digital, PasarPolis menawarkan asuransi perlindungan layar ponsel telah dilengkapi dengan sistem paten teknologi.


"Ini pertama dan satu-satunya bagi produk asuransi mikro di Indonesia," kata CEO PasarPolis, Cleosent Randing melalui keterangan tertulis kepada redaksi, Senin (17/2).

Paten ini memungkinkan pengguna untuk melindungi layar ponsel mereka, baik ponsel baru maupun bekas. Ketika membeli produk asuransi ini, pengguna diharuskan berdiri di depan cermin dan mengambil foto selfie dari ponsel mereka.

Teknologi PasarPolis akan mendeteksi apakah layar ponsel sudah retak atau belum. Selain itu, dengan paten teknologi, PasarPolis mampu melacak nomor IMEI ponsel sehingga pengguna tidak perlu memasukkannya secara manual.

"Jika ponsel terdeteksi retak, pengguna akan menerima pengembalian dana saat mereka mengaktifkan polis asuransinya," kata Cleosent.

Untuk memperluas jangkauan asuransi di Indonesia, PasarPolis pun berkolaborasi dengan platform super-app Gojek untuk meluncurkan GoSure.
[Gambas:Video CNN]
GoSure diklaim memiliki harga premi yang terjangkau, proses klaim asuransi yang lebih sederhana, dan berbagai jenis perlindungan asuransi. GoSure sendiri menawarkan tiga produk perlindungan yakni asuransi perjalanan, asuransi sepeda motor, dan asuransi layar ponsel.

Menyasar Kaum Milenial

Sejak diluncurkan dalam versi Beta pada Oktober 2019, GoSure mampu menarik hati kaum milenial. Pada bulan Januari 2020, total produk asuransi yang dijual melalui GoSure telah meningkat 60 kali lipat sejak peluncuran versi beta.

Melalui GoSure, Cloesent mengaku akan mengubah stigma di masyarakat mengenai asuransi yang dianggap mahal maupun proses klaim yang menyulitkan. Asuransi juga tidak lagi terbatas pada perlindungan kesehatan ataupun rumah.

"Layanan asuransi mikro mampu memberikan perlindungan lebih untuk memberikan solusi bebas khawatir dalam menjalankan aktivitas, contohnya proteksi layar ponsel," katanya.

PasarPolis sendiri mengungkapkan bahwa lebih dari 70 persen pembeli asuransi mikro di GoSure berasal dari kaum milenial.

Untuk itu pihaknya memang akan menyasar kaum milenial yang lebih luas agar merasakan sendiri kemudahan dan kecepatan proses pembelian asuransi maupun pencairan klaim.

"Sekarang generasi milenial dapat dengan mudah mengakses dan membeli asuransi kapanpun mereka butuhkan. Tidak perlu menyiapkan banyak dokumen, tidak perlu pakai metode pembayaran yang rumit. Intinya, tidak ribet," kata Cleosent.

Tren asuransi mikro memang sedang melonjak di berbagai negara. Konsep baru ini menyederhanakan asuransi tradisional dan menawarkan proteksi untuk hal-hal yang lebih kecil, seperti satu kali penerbangan atau perjalanan.

Dengan begitu, harga asuransi dapat turun dan pelanggan kini bisa membeli hanya asuransi yang benar-benar mereka butuhkan. Sebagai gambaran, harga satu kali pembelian asuransi mikro sama dengan membeli satu cangkir kopi di kota besar seperti Jakarta.
(dal/DAL)