NASA Luncurkan Empat Misi Luar Angkasa Baru

CNN Indonesia | Rabu, 19/02/2020 03:21 WIB
NASA Luncurkan Empat Misi Luar Angkasa Baru Ilustrasi luar angkasa. (dok. nasa.gov)
Jakarta, CNN Indonesia -- NASA mengumumkan empat misi luar angkasa baru yang diklaim dapat membantu manusia memahami bagaimana benda langit muncul dan apakah mereka memiliki samudera tersembunyi atau aliran magma.

Melansir CNET, NASA telah memberikan lampu hijau untuk studi konsep di seluruh Venus, serta Jupiter dan Neptunus untuk penyelidikan program penemuan tersebut.

"Misi-misi terpilih ini memiliki potensi untuk mengubah pemahaman kita tentang beberapa dunia tata surya yang paling aktif dan kompleks," ujar Thomas Zurbuchen, associate administrator dari Direktorat Misi Sains NASA.


NASA membeberkan dua misi akan dilakukan di Venus. Misi pertama yang bernama DAVINCI+ (Deep Atmosphere Venus Investigation of Noble gases, Chemistry and Imaging Plus) akan menganalisis atmosfer guna mengetahui bagaimana Venus terbentuk dan berevolusi, hingga apakah planet itu pernah memiliki lautan atau tidak.


Misi kedua di bernama VERITAS (Venus Emissivity, Radio Science, InSAR, Topography and Spectroscopy) akan memetakan permukaan Venus untuk memeriksa sejarah geologisnya.

Nasa menyampaikan misi ketiga akan dilakukan di Jupiter. Misi yang dinamai Io Volcano Observer (IVO) akan menjelajahi bulan gunung api Jupiter untuk mempelajari tentang samudera magma dan kekuatan pasang surut.

"Io dipanaskan oleh himpitan gravitasi Jupiter yang konstan dan merupakan benda vulkanik paling aktif di tata surya," kata NASA.

Misi terakhir bernama Trident akan menjelajahi Neptunus yang diselimuti es guna melihat apakah planet yang jauh dari matahari itu bisa dihuni atau tidak.


Melansir The Verge, NASA mengalokasikan anggaran sebesar US$3 juta untuk setiap misi. NASA meminta tim yang bertanggungjawab terhadap setiap misi untuk mengembangkan rencana misi dan konsep yang terkait dengan misi selama sembilan bulan.

Jika terealisasi, seluruh misi itu dapat menelan biaya tidak lebih dari US$450 juta dan dimaksudkan untuk melengkapi misi eksplorasi Tata Surya NASA yang lebih besar, termasuk misi Perbatasan Baru menengah dan misi Eksplorasi Tata Surya unggulan.

Empat misi baru NASA itu nantinya akan menjadi bagian dari misi penemuan saat ini yang telah mulai dilakukan, yakni Lunar Reconnaissance Orbiter (LRO) dan Mars InSight.

Dua misi kelas penemuan lainnya yang dipilih pada tahun 2017 akan diluncurkan dalam beberapa tahun ke depan. Lucy akan diluncurkan pada 2021 dan akan menjelajahi tujuh asteroid. Sementara Psyche akan diluncurkan pada 2023 dan akan menjelajahi asteroid logam raksasa.

(jps/DAL)