LIPI Ungkap Cara Trenggiling Tertular Corona dari Kelelawar

CNN Indonesia | Selasa, 11/02/2020 16:39 WIB
LIPI jelaskan cara trenggiling tertular virus corona dari kelelawar sehingga binatang itu menjadi salah satu inang perantara. Ilustrasi trenggiling. (ANTARA FOTO/Irsan Mulyadi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Peneliti Lembaga Ilmu Penelitian Indonesia (LIPI), Sugiyono Saputra menuturkan trenggiling menjadi inang perantara virus corona akibat  tertular dari kelelawar. Penularan virus antara kedua hewan itu menurutnya bisa terjadi karena beberapa hal, misalnya dengan kontak langsung atau berada di lokasi yang sama.

Hal ini diungkap Sugiyono terkait penelitian dari South China Agricultural University menduga trenggiling menjadi inang perantara penyebaran virus corona yang mewabah pertama kali di Kota Wuhan, Hubei, China. Penelitian itu mengungkap urutan genom dari regangan virus corona yang berasal dari trenggiling ternyata  99 persen identik dengan genom virus corona dari manusia yang terinfeksi.

"(Trenggiling tertular virus dari kelelawar bisa disebabkan) dengan kontak langsung, mungkin mereka pernah di tempat yang sama atau di pasar," ujar Sugiyono kepada CNNIndonesia.com, Selasa (11/2).


"Atau kontak di alam bebas sehingga ketika trenggiling dibawa ke pasar memang sudah membawa virus itu," ujarnya.


Sugoyono menuturkan trenggiling merupakan kandidat kuat inang perantara karena virus corona pada tubuh hewan mamalia bersisik itu juga dominan. Sehingga, dia berkata virus corona dari kelelawar mengalami rekombinasi dengan viru corona dari trenggiling yang kemudian bermutasi dan menginfeksi manusia.

"Tapi penelitian lebih lanjut perlu dilakukan. Kita perlu tahu riwayat interaksi penderita atau pasien dengan satwa liar," ujar Sugiyono.

[Gambas:Video CNN]

Meski memiliki peluang, Sugoyono kembali menuturkan hal tersebut masih bersifat dugaan. Pasalnya, dia menyebut belum ada hasil penelitian yang dipublikasikan mengenai dugaan trenggiling sebagai inang perantara virus corona di Wuhan.

"Melihat kasus sebelumnya, SARS juga awalnya diduga dari musang atau civet, MERS dari unta. Tapi pada akhirnya disimpulkan mereka hanya sebagai inang perantara. Sedangkan originnya dari kelelawar," ujar Sugiyono.

(jps/DAL)