Huawei Jamin Stok Ponsel Lipat Aman di Tengah Wabah Corona

CNN Indonesia | Rabu, 26/02/2020 23:46 WIB
Huawei Jamin Stok Ponsel Lipat Aman di Tengah Wabah Corona Ponsel lipat Huawei Mate Xs (CNN Indonesia/Jonathan Patrick)
Jakarta, CNN Indonesia -- Huawei mengatakan produksi ponsel terbaru, termasuk ponsel layar lipat Mate Xs tetap berjalan normal meski di tengah mewabahnya virus corona Covid-19 di China.

Deputy Country Director Huawei Device Indonesia Lo Khing Seng mengatakan rantai pasokan Huawei tetap mampu memenuhi permintaan pasar Indonesia.

" Richard Yu ( CEO of Huawei Consumer Business Group) mengatakan bulan depan sudah siap produksi Mate Xs. Saya rasa Huawei telah memperhitungkan hal itu [pengaruh virus corona terhadap pasokan ponsel]," ujar Khing Seng kepada awak media di bilangan Thamrin, Jakarta, Selasa (25/2).



Sebelumnya, Strategy Analytics mengungkapkan virus corona akan menurunkan pengiriman ponsel di China sebesar 30 persen pada kuartal pertama.

Khing Seng mengatakan pabrik perakitan maupun komponen Huawei tak terdampak virus corona. Bahkan ia menjamin tak ada satu pun karyawan Huawei yang terkena virus corona.

Khing Seng menjelaskan rantai pasokan ponsel terbaru memang sudah aman. Kendati demikian ia mengakui kemungkinan pasokan ponsel Huawei secara keseluruhan terganggu akibat adanya virus corona.

Akan tetapi, ia mengatakan hingga saat ini pihaknya belum mendapatkan laporan mengenai kekosongan stok ponsel di pasar Indonesia.

"Tidak ada isu. Saya tidak tau di negara lain, saat ini kita [di Indonesia] masih bisa di bawah kontrol," ujarnya.

[Gambas:Video CNN]

Laporan Strategic Analytics lebih lanjut mencatat China memproduksi hampir 70 persen dari ponsel dunia. Oleh karena itu, keterlambatan dalam operasi pabrik karena liburan Tahun Baru yang diperpanjang dan pembatasan perjalanan serta karantina akan berdampak buruk pada pasokan dan produksi global.

Tanda-tanda awal kekurangan pasokan produk terlihat dari stok Asus ROG Phone 2 yang raib di India saat ini.

Di Indonesia, Xiaomi dan Oppo mengaku produksi ponsel mereka, baik di Indonesia maupun global juga ikut terkena dampak wabah virus corona.

Keduanya mengakui bahwa ada keterlambatan manufaktur dan ada beberapa perangkat baru yang harus diatur ulang jadwal peluncurannya. (jnp/eks)