Ahli Respons Dokter AS soal Virus Corona Hidup di Benda Mati

CNN Indonesia | Rabu, 26/02/2020 16:45 WIB
Ahli Respons Dokter AS soal Virus Corona Hidup di Benda Mati Ilustrasi Virus Corona. (Dok. CDC/Dr. Fred Murphy via Wikimedia Commons)
Jakarta, CNN Indonesia -- Lembaga Biologi Molekuler Eijkman menanggapi pernyataan peneliti dari Badan Kesehatan AS (Centers for Disease Control and Prevention/CDC), yang menyebut virus corona bisa bertahan 5 menit hingga 9 hari ketika menempel di benda mati.

Kepala Lembaga Eijkman Institute Amin Soebandrio mengatakan pernyataan itu merujuk pada virus corona secara umum seperti Middle East Respiratory Syndrome atau MERS-CoV dan Severe Acute Respiratory Syndrome atau SARS.

Namun, belum ada kajian khusus terkait penyebaran wabah virus corona baru yang terjadi di Wuhan, China.


"Info itu [virus corona bisa hidup di benda mati] kepada virus corona pada umumnya, belum ada yang khusus SARS-CoV-2 [atau lebih dikenal dengan COVID-19]," kata Amin saat dihubungi CNNIndonesia.com, Rabu (26/2).


Kendati begitu, ada kemungkinan sebuah benda terpapar virus yang terbawa bahan biologi seperti sputum (dahak, mukus yang keluar saat batuk dari saluran pernapasan atas).

"Tapi mungkin saja, apalagi jika bersama bahan biologik lainnya (sputum dan sebagainya). Di Indonesia belum (kajian soal COVID-19)," pungkas Amin.

Pernyataan Badan Kesehatan AS terkait corona yang bisa menempel di benda mati, berdasarkan penelitian yang dilakukan terhadap virus corona SARS dan MERS.

[Gambas:Video CNN]

Menurut mereka, virus dapat bertahan selama 5 menit hingga 9 hari jika benda-benda tersebut tidak didisinfektan.

Sehingga sangat mungkin orang tertular virus corona ketika menyentuh permukaan yang sudah terkontamisasi, "lalu menyentuh mulut, hidung, atau mungkin mata mereka," jelas CDC.

Sampai hari ini, korban meninggal akibat wabah virus corona dilaporkan mencapai 2.763 jiwa di seluruh dunia. Sebanyak 2.715 korban meninggal berasal dari daratan China, sementara 48 kematian di luar Negeri Tirai Bambu.

Sementara untuk infeksi virus corona di China tercatat sebanyak 78.064 kasus. Komisi Kesehatan Nasional China melaporkan 406 kasus baru virus corona hari ini. Korea Selatan masih menjadi negara dengan kasus virus corona terbanyak setelah China. Korea Selatan mencatat 1.146 kasus corona sejauh ini dengan 12 kematian.

(din/DAL)