Kepala Lembaga Eijkman Institute Amin Soebandrio mengatakan pernyataan itu merujuk pada virus corona secara umum seperti Middle East Respiratory Syndrome atau MERS-CoV dan Severe Acute Respiratory Syndrome atau SARS.
Namun, belum ada kajian khusus terkait penyebaran wabah virus corona baru yang terjadi di Wuhan, China.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kendati begitu, ada kemungkinan sebuah benda terpapar virus yang terbawa bahan biologi seperti sputum (dahak, mukus yang keluar saat batuk dari saluran pernapasan atas).
Pernyataan Badan Kesehatan AS terkait corona yang bisa menempel di benda mati, berdasarkan penelitian yang dilakukan terhadap virus corona SARS dan MERS.
[Gambas:Video CNN]
Menurut mereka, virus dapat bertahan selama 5 menit hingga 9 hari jika benda-benda tersebut tidak didisinfektan.
Sehingga sangat mungkin orang tertular virus corona ketika menyentuh permukaan yang sudah terkontamisasi, "lalu menyentuh mulut, hidung, atau mungkin mata mereka," jelas CDC.
Sampai hari ini, korban meninggal akibat wabah virus corona dilaporkan mencapai 2.763 jiwa di seluruh dunia. Sebanyak 2.715 korban meninggal berasal dari daratan China, sementara 48 kematian di luar Negeri Tirai Bambu.
Sementara untuk infeksi virus corona di China tercatat sebanyak 78.064 kasus. Komisi Kesehatan Nasional China melaporkan 406 kasus baru virus corona hari ini. Korea Selatan masih menjadi negara dengan kasus virus corona terbanyak setelah China. Korea Selatan mencatat 1.146 kasus corona sejauh ini dengan 12 kematian.