LIPI Ungkap Faktor Ratusan Ikan Mati Misterius di Laut Maluku

CNN Indonesia | Jumat, 28/02/2020 11:22 WIB
LIPI Ungkap Faktor Ratusan Ikan Mati Misterius di Laut Maluku Ilustrasi kematian ikan massal. (ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/ama)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sejumlah pesisir perairan Maluku Utara dipenuhi bangkai ratusan ekor ikan pada Rabu (26/2) kemarin. Kejadian ini diduga karena adanya blooming alga atau ledakan alga yang menyebabkan tingginya kandungan fosfat di laut.

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menjelaskan bahwa alga merupakan salah satu tumbuhan berukuran kecil berbentuk bulat yang berdiam diri di laut yang berada di perairan tertutup seperti Teluk Maluku.

Jika alga berkembang biak secara masif, maka dia akan mengeluarkan lendir beracun dan dapat menghirup banyak oksigen untuk bertahan hidup.


"Kalau dia (alga) banyak, dia ada sifat beracun, dia mengeluarkan semacam lendir beracun. Lalu dia juga akan menghirup oksigen, rebutan sama ikan oksigennya. Jadi, dia mengurangi oksigen yang ada di air," kata Peneliti Laut Dalam LIPI, Nugroho saat dihubungi CNNIndonesia.com, Kamis (27/2).


Lebih lanjut kata Nugroho, jika populasi tumbuhan alga di dalam laut sedikit maka tidak menimbulkan kematian pada berbagai jenis ikan yang ada di dalam air laut.

Nugroho menuturkan bahwa pertumbuhan alga sangat dipengaruhi oleh aktivitas antropogenik (pencemaran yang tidak alami, muncul karena ada pengaruh aktivitas manusia).

"Jadi aktivitas manusia di darat, kalau kita buang sampah, buang kotoran. Karena unsur-unsur itu maka dia (air laut) bisa subur, termasuk pembuangan limbah juga. Ledakan alga karena air laut subur, cocok buat alga untuk berkembang," tuturnya.

Ledakan alga menurut LIPI juga bisa mengancam jenis ikan endemik yang ada di perairan laut Maluku.

"Ikan endemik artinya ikan yang khusus ada yang di daerah itu, dia tidak hanya mengancam yang endemik, yang tidak endemik juga bisa, dia (alga) tidak memilih-milih," pungkas Nugroho.

[Gambas:Video CNN]

Selain ledakan alga, LIPI mengungkap beberapa kemungkinan lain yang menyebabkan ikan-ikan itu mati. Mulai dari kenaikan air laut hingga racun.

"Bisa saja banyak faktornya, selain alga mungkin ada kenaikan air laut dari bawah ke atas. Ini juga memengaruhi ikan karena ikan itu sensitif," kata Peneliti Laut Dalam LIPI Nugroho saat dihubungi CNNIndonesia.com, Kamis (27/2).

Selain itu ledakan alga dan kenaikan air laut, pengaruh racun juga bisa menyebabkan spesies ikan mati. Menurut Nugroho, racun itu muncul karena aktivitas manusia di daratan yang 'iseng' menaruh racun di laut. Racun ini bisa datang akibat sampah yang dibuang manusia.

"Menurut saya, supaya dia (tumbuhan alga) tidak tumbuh dengan besar, upaya kita sebagai masyarakat adalah mengurangi input sampah ke laut. Jadi, jangan membuang sampah, racun pokoknya jangan dibuang ke laut," pungkas Nugroho.

Sebelumnya, fenomena perubahan warna air laut dan ratusan ekor ikan mati misterius pertama kali muncul di perairan Pulau Makian, Halmahera Selatan, Maluku Utara. Ratusan ikan mati mengapung di pesisir pantai.

Tak lama, fenomena serupa muncul di perairan Kota Ternate, tepatnya di area pantai Falajawa. Sejumlah penyelam juga menemukan beragam jenis hewan laut mati hingga kedalaman 12 meter di bawah permukaan laut.

Jenis hewan laut yang mati tersebut diketahui mulai dari damsel fish, trumpet fish, goat fish, scorpion fish, gurita dan Pontoh's pygmy seahorse. (din/DAL)