Aspal Formula E di Monas Disebut Tak Akan Geser Saat Balapan

CNN Indonesia | Jumat, 28/02/2020 12:48 WIB
Formula E yang akan digelar di Monas bakal menggunakan jenis nonpermanen dan telah diuji coba dengan hasil yang dikatakan sesuai standar internasional. Uji coba pengaspalan diatas batu alam (cobble stone) area monas untuk pelaksanaan Formula E. Jakarta, Sabtu, 22 Februari 2020.(CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Jakarta Propertindo (Jakpro) sebagai perusahaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang ditunjuk Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menggelar Formula E menyatakan aspal gampang dikelupas yang sudah diujicoba di Monas telah sesuai standar internasional.

Corporate Secretary Jakpro Hani Sumarno mengklaim aspal bukan permanen itu tidak bakalan rontok atau bergeser ketika dilintasi mobil tanpa emisi Formula E kendati dengan kecepatan tinggi.

"Berpuluh kali teknis seperti itu digunakan FEO (Formula E Operation) di berbagai negara," kata Hani melalui pesan singkat, Kamis (27/2).


Hani memberi contoh saat perhelatan Formula E di Paris. Saat itu pengaspalan juga dilakukan di atas cobblestone (permukaan bebatuan alam) mengitari situs bersejarah Les Invalides yang umurnya 350 tahun.

Selain tidak bermasalah saat ajang balap berlangsung, menurut dia pengelupasan aspal di Paris juga sangat mudah dan tidak meninggalkan bekas.

Uji Coba di Monas

Aspal untuk lintasan balap Formula E diketahui sudah selesai diujicoba di kawasan Monas. Aspal ini dipasang di atas cobblestone atau bebatuan sebagai pijakan pengunjung pejalan kaki.

Pelapisan cobblestone dengan aspal dilakukan dengan dua material pelapis berbeda, yakni sandsheet (10 m x 4 m) dan geotextile (5 m x 4 m). Nantinya Jakpro akan menentukan material mana yang akan dipakai untuk balapan.

Di atas kedua lapisan tersebut dihamparkan aspal kasar (binder) tanpa lapisan aspal halus. Aspal halus baru digunakan pada pengaspalan untuk kebutuhan sirkuit pada waktunya.

Setelah uji coba, aspal itu kini sudah selesai dikelupas sambil didampingi ahli dari LAPI ITB (Lembaga Afiliasi Penelitian Indonesia - Institut Teknologi Bandung) pada Selasa (25/2). Proses pengaspalan sudah dilakukan pada Sabtu (22/2).

[Gambas:Video CNN]

Sementara itu dalam keterangan resminya, Deputi Bidang Teknis OC Formula E Jakarta Wisnu Wardhana mengatakan, sebelum dikelupas aspal mengalami uji geser dengan melibatkan truk.

Cara uji dijelaskan, truk melaju di atas aspal lalu melakukan pengereman. Tidak disebut berapa kecepatan truk saat melintas, namun pengetesan seperti ini bertujuan mengamati seberapa kuat aspal yang sudah melekat di cobblestone terhadap gesekan.

Pada tahap pengelupasan dilakukan memakai cold milling machine untuk melihat seberapa mudah hal itu dilakukan dan bagaimana efeknya terhadap cobblestone.

[Gambas:Instagram]

Setelah pengelupasan selesai, tahap selanjutnya adalah membersihkan area cobblestone yang sebelumnya terlapisi aspal. Hasilnya, menurut Wisnu, cobblestone bisa kembali seperti semula.

"Secara umum, hasil uji coba pengaspalan memuaskan. Adapun keputusan akhir apakah geotextile atau sandsheet yang dipilih untuk pengaspalan laga Formula E, belum dapat dipastikan hari ini. Kami perlu waktu untuk rapat berikutnya," kata Wisnu.

Wisnu menambahkan aspal sirkuit Formula E yang akan digunakan pada ajang Jakarta E-Prix 6 Juni 2020 memiliki grade 3. Setelah selesai dibangun Maret, FIA akan melakukan inspeksi sebelum memberikan homologasi menjelang sirkuit dipakai nanti. (ryh/fea)