LIPI: Corona Berpotensi Menular dari Benda Mati

CNN Indonesia | Rabu, 04/03/2020 16:05 WIB
LIPI: Corona Berpotensi Menular dari Benda Mati Ilustrasi virus corona bisa bertahan di benda mati. (AP/Alireza Mohammadi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Virus corona diklaim mampu bertahan hidup selama 9 hari di benda mati. Virus Covid-19 dinilai memiliki kemampuan hidup yang sama seperti corona SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome) dan MERS (Middle East Respiratory Syndrome).

Peneliti bidang mikrobiologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Sugiyono Saputra menyampaikan belum ada penelitian tentang kemampuan bertahan virus Covid-19 jika menempel di benda mati. Sejauh ini, dia berkata baru ada penelitian tentang lama hidup virus SARS dan MERS yang menempel di benda mati.

"Memang dari penelitian tersebut hasilnya bervariasi, bisa bertahan 2 jam hingga 9 hari," ujar Sugiyono kepada CNNIndonesia.com, Rabu (4/3).


Pernyataan LIPI ini sekaligus mematahkan anggapan yang mengatakan virus corona tidak bisa tertular atau bertahan lama di benda mati.

Sugiyono menuturkan daya tahan hidup virus sejatinya bukan berdasarkan jenis bendanya. Dalam penelitian tentang SARS dan MERS, ketahanan hidup virus tergantung jenis, jumlah, suhu, dan kelembaban.


Lebih lanjut, Sugiyono menyampaikan virus tidak akan bertahan lama jika berada di suhu yang tinggi, yakni di atas 30 derajat celcius. Sebaliknya, virus bisa bertahan lama jika suhu semakin lembab.

"Berdasarkan studi tersebut diperkirakan SARS-CoV2 (Covid-19) juga punya ketahanan serupa. Sehingga bisa dijadikan acuan untuk desinfeksinya," ujarnya.

Selain itu, Sugiyono menyampaikan belum ada penelitian mengenai kemampuan transfer virus Covid-19 melalui tangan. Namun, dia menyampaikan kontak tangan selama 5 detik dengan permukaan yang terkontaminasi influenza tipe A bisa mentransfer sekitar 30 persen dari viral load yang ada.

Di sisi lain, Sugiyono menyampaikan virus di benda mati akan hilang jika didesinfektan misalnya dengan alkohol 70 persen dan didiamkan selama 1 menit.

"Atau dengan sodium hypochlorite, yakni kaporit yang biasa buat kolam renang," ujar Sugiyono.


Sebelumnya, Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) di Kementerian Kesehatan, Achmad Yurianto mengklaim bahwa virus corona tak akan bisa tertular dari benda mati.

Menurut Achmad, yang sudah resmi ditunjuk Presiden Joko Widodo jadi juru bicara istana untuk kasus corona itu mengatakan virus covid-19 tidak akan bisa hidup sendiri. Ia membutuhkan inang dan hanya bisa hidup hanya sel yang hidup.

Ia pun mengibaratkan kasus yang sama dengan pohon ada benalu di pohon. Benalu hanya bisa hidup kalau pohonnya hidup. Sementara jika benalunya mati pasti benalunya akan mati juga.

"Virus itu harus ada inangnya yang hidup. Lepas dari tubuh manusia, di dalam iklim dengan paparan ultraviolet, suhu, rata-rata hanya akan bertahan 10 hingga 15 menit. Setelah itu akan mati indoor atau outdoor," kata Yuri di Istana Kepresidenan, Senin, Jakarta, Selasa (4/3).

[Gambas:Video CNN]

Senada dengan LIPI, Badan Kesehatan AS (Centers for Disease Control and Prevention/ CDC) juga mengamini bahwa virus corona bisa bertahan 5 menit hingga 9 hari ketika menempel di benda mati.

Hal ini berdasarkan penelitian yang dilakukan terhadap virus corona SARS dan MERS. Virus bisa bertahan selama itu jika benda-benda tersebut tidak didisinfektan.

Sehingga sangat mungkin orang tertular virus corona ketika menyentuh permukaan yang sudah terkontaminasi, "lalu menyentuh mulut, hidung, atau mungkin mata mereka," jelas ahli dari AS.

Hal ini diungkap terkait dengan kekhawatiran yang muncul di China terkait berapa lama virus corona Covid-19 bisa bertahan hidup ketika menempel di benda mati.

Kekhawatiran ini bahkan sampai membuat bank sentral China melakukan pembersihan intensif (deep cleaning) dan menghancurkan uang-uang yang beredar di China. Sebab, uang adalah benda yang paling sering berpindah tangan.

Selain itu, pemerintah Indonesia pun sempat membuat pembatasan pengiriman barang dan impor dari China dan Hong Kong untuk mencegah penyebaran virus corona.



Catatan Redaksi: Judul berita ini diubah pada Rabu (4/3)  pukul 18.15 WIB setelah mendapat penjelasan dari narasumber.  (jps/DAL)