Bill Gates Buat Alat Deteksi Corona Tanpa Perlu Keluar Rumah

CNN Indonesia | Rabu, 11/03/2020 22:05 WIB
Alat tersebut dibuat yayasan Bill Gates untuk melawan virus corona yang telah mewabah Amerika Serikat, khususnya di Kota Seattle, Washington. Ilustrasi virus corona. (Chinatopix via AP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Yayasan Bill dan Melinda Gates bakal menggelontorkan dana sebanyak US$100 juta untuk melawan virus corona (Covid-19) yang telah mewabah Amerika Serikat, khususnya di Kota Seattle, Washington.

Salah satu program yang akan dilakukan oleh yayasan itu adalah menyediakan tes kit virus corona bagi warga yang tinggal di wilayah Seattle, lokasi kantor pusat yayasan tersebut berada.

Pemimpin respon virus corona di yayasan Bill dan Melinda Gates, Scott Dowell mengatakan tujuan dari proyek itu adalah untuk mempermudah warga Seattle memeriksa dirinya tanpa perlu pergi keluar rumah. Mereka yang khawatir terinfeksi hanya perlu mengirim sampel dengan cara menyeka hidung untuk diuji.


Melansir Business Insider, hasil pengujian akan keluar dalam satu atau dua hari. Jika dinyatakan positif, warga yang mengirim sampel tersebut dapat mengisi formulir online yang berisi pertanyaan tentang aktifitas sebelum terinfeksi guna melacak penyebaran penyakit.


Belum jelas kapan proyek pengujian virus corona di rumah akan diluncurkan. Namun, yayasan telah bergerak cepat untuk memutakhirkan perangkat lunaknya dan menyelesaikan kuesioner daringnya untuk mempersiapkan gelombang permintaan atas alat tersebut.

"Meskipun ada banyak hal yang harus diselesaikan, ini memiliki potensi yang sangat besar untuk mengubah gelombang epidemi," kata Dowell.

Selain untuk menciptakan tes kit, dana US$100 juta juga telah digunakan penelitian vaksin, langkah-langkah pencegahan, hingga upaya pengobatan di seluruh dunia.

[Gambas:Video CNN]

Melansir Tech Crunch, yayasan milik Bill Gates bukan satu-satunya yang mengembangkan alat tersebut. Pengusaha perawatan kesehatan Jonathan Rothenberg dikabarkan melakukan pendekatan yang sama dan tampaknya sekarang sedang dalam diskusi dengan produsen agar bisa  membawanya ke pasar.

Seattle dan daerah sekitarnya telah menjadi pusat penyebaran virus corona di Amerika Serikat. Negara bagian itu telah mengkonfirmasi 71 kasus dan 15 kematian akibat penyakit tersebut.

Berdasarkan pemodelan komputasi, seorang ahli kesehatan memperkirakan bahwa Seattle dapat memiliki 600 kasus.

"Salah satu hal terpenting dari sudut pandang kami setelah menyaksikan dan mengerjakan ini di bagian lain dunia adalah identifikasi orang-orang yang positif terhadap virus. Sehingga mereka dapat dengan aman diisolasi dan dirawat dan identifikasi dari kontak mereka yang kemudian dapat dikarantina," kata Dowell.

(jps/DAL)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK