Menkominfo Minta Tiap Daerah Tunjuk Satu Jubir Corona

CNN Indonesia | Rabu, 11/03/2020 16:21 WIB
Menkominfo menilai jubir pemerintah daerah dan pusat harus satu narasi agar tidak ada perbedaan informasi virus corona yang membingungkan masyarakat. Menkominfo Johnny Plate minta narasi pemerintah daerah dan pusat soal virus corona harus satu. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate membeberkan alasan pemerintah pusat dan daerah harus memiliki satu narasi tunggal perihal virus corona (SARS-CoV-2).

Narasi tunggal diperlukan agar informasi mengenai virus corona berjalan satu arah. Hal ini dilakukan untuk menghindari perbedaan informasi virus corona antara pemerintah pusat dan daerah.

Untuk itu, Johnny pun meminta agar pemerintah daerah menunjuk juru bicara (jubir) khusus soal penyebaran virus corona di daerah masing-masing. Asalkan, jubir di tiap daerah itu juga satu suara dengan jubir pemerintah pusat.


"Narasi yang sama dilanjutkan oleh pemerintah daerah supaya sama ke masyarakat masalah medisnya. Dan di daerah ditunjuk jubir bidang medis di daerah dari dinas kesehatan supaya sama juga. Jadi narasinya tunggal," ujar Johnny saat dihubungi CNNIndonesia.com, Rabu (11/3).

Johnny mengatakan narasi tunggal ini sesuai dengan protokol pemerintah pusat terkait komunikasi publik virus corona,

Dalam protokol yang dikeluarkan Komunikasi Publik Kantor Staf Presiden (KSP). pemerintah pusat wajib membentuk tim komunikasi di dalam protokol  penanganan corona.

"Dibutuhkan narasi tunggal agar masyarakat tahu satu arahnya pemerintah. Itu kan protokol medisnya kalau kesehatan narasi yang dibuat menteri kesehatan. Di situ ditunjuk jubir," ujar Johnny.

Lebih lanjut pemerintah pusat menunjuk juru bicara dari Kementerian Kesehatan yang memiliki artikulasi dan kemampuan dalam menghadapi media.

Pemerintah pusat juga harus membuat media center, membuat website sebagai rujukan informasi utama, serta menyampaikan data harian nasional secara berkala melalui konferensi pers yang dilakukan hanya oleh Juru Bicara.

Protokol memang tidak berisi imbauan kepada pemerintah daerah untuk membuat sebuah website.

Protokol mengimbau agar seluruh pimpinan di tingkat provinsi dan kabupaten/kota untuk mensosialisasikan materi yang telah dikembangkan oleh Pemerintah Pusat, dan menggunakan narasi-narasi yang disiapkan di website rujukan Kementerian Kesehatan.

Pemerintah daerah juga diimbau membentuk tim Komunikasi yang diketuai oleh Pimpinan Daerah, menunjuk Juru Bicara dari Dinas Kesehatan yang memiliki artikulasi dan kemampuan dalam menghadapi media.

[Gambas:Video CNN]

Kementerian Kesehatan telah memiliki situs yang khusus memberikan kabar terbaru soal corona secara nasional yaitu infeksiemerging.kemkes.go.id. Di sisi lain, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga memiliki situs web corona.jakarta.go.id yang juga memberikan kabar terbaru corona.

Johnny lebih lanjut mengatakan sebaiknya saat ini Indonesia fokus dalam penanganan virus corona. Bukan memperdebatkan situs yang dibuat oleh Pemerintah Pusat dengan Pemerintah Daerah.

"Jangan pertentangkan satu kabupaten dengan satu provinsi lain, apalagi dengan pemerintah pusat, itu bukan bangun kekuatan. Tapi membangun kekacauan dan keributan," ujar Johnny.

(jnp/DAL)