iOS 14 Izinkan Chrome dan Gmail Jadi Aplikasi Default Apple

CNN Indonesia | Rabu, 26/02/2020 18:23 WIB
iOS 14 Izinkan Chrome dan Gmail Jadi Aplikasi Default Apple Ilustrasi Google Mail atau Gmail. (Dok. Google)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sistem operasi terbaru Apple yang bakal dirilis akhir 2020, iOS 14 akan mempersilahkan pengguna iPhone dan iPad untuk memilih Google Chrome dan Google Mail (Gmail) menjadi aplikasi default (penyetelan tetap untuk menjalankan sebuah program).

Rencana salah satu perusahaan teknologi raksasa Amerika ini disebut juga membuka peluang layanan musik streaming Spotify dan Pandora dapat didengarkan langsung lewat produk speaker pintar, HomePod Apple.

Artinya, Apple memberikan kesempatan yang lebih adil kepada pengembang aplikasi lain untuk bersaing dengan layanan internal Apple.


Sebab, perusahaan yang digawangi Tim Cook ini sejak tahun 2008 enggan memasukkan aplikasi yang dibuat oleh perusahaan teknologi lain ke dalam App Store.

"Menjadi aplikasi default pada iPhone, pengembang aplikasi seperti Google bisa dengan mudah mendapatkan akses ke 900 juta pengguna iPhone," kata Manajer Internetindo Data Center (IDC), Jitesh Ubrani dikutip CNN.


Lebih lanjut kata Ubrani, keterbukaan Apple kepada perusahaan pengembang aplikasi dinilai malah menambah pendapatan perusahaan.

Misalnya, jika Spotify disematkan pada perangkat HomePod maka Apple akan meraup pendapatan lebih banyak karena pengguna berlangganan Spotify lewat Apple.

"Banyak konsumen lebih suka Spotify. Dengan memungkinkan aplikasi musik streaming ini menjadi aplikasi default HomePod maka Apple berpotensi mendapatkan lebih banyak pendapatan layanan karena pengguna berlangganan Spotify melalui Apple," pungkas Ubrani.

[Gambas:Video CNN]

Sebelumnya, anggota parlemen di Komite Kehakiman House Amerika Serikat pada 13 September 2019 membuka penyelidikan dugaan persaingan usaha tidak sehat di pasar digital yang melibatkan Apple.

Sebab Apple diduga menjebak pengguna agar hanya bisa menginstal aplikasi dari toko aplikasi App Store.

Perusahaan yang bermarkas di Cupertino, California ini pun disebut mengambil potongan dari penjualan yang dilakukan pengembang ketika pengguna melakukan pembayaran di App Store.

(din/DAL)