"Kekosongan kebutuhan masyarakat terhadap informasi yang belum terpenuhi oleh pihak mana pun. Termasuk otoritas penanggulangan Covid-19. Maka wajar saja jika kebutuhan itu kemudian diisi oleh hoaks atau informasi yang tidak sahih," kata Pengamat budaya dan komunikasi digital dari Universitas Indonesia, Firman Kurniawan, saat dihubungi CNNIndonesia.com, Jumat (13/3).
Pemerintah perlu menunjukkan pendekatan penanganan yang sahih. Alih-alih terlihat gagap, pemerintah diharapkan bisa menunjukkan berbagai skenario mitigasi sebagai langkah preventif semakin parahnya wabah corona di Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintah juga perlu menunjukkan skenario-skenario apabila aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat berkurang bahkan terhenti sementara akibat penyebaran corona yang meluas.
"Bagaimana jika penularan terus berlanjut dan menyebar di luar area Jabodetabek, apakah tes masih harus dilakukan otoritas di Jakarta. Apakah kerumunan perlu dicegah, apakah aktivitas rutin ibadah, kantor, sekolah, perdagangan perlu dialihkan pada prasarana digital, apakah perjalanan antar wilayah perlu dikurangi," kata Firman.
[Gambas:Video CNN]
Cegah Silang Pendapat Antar Pejabat Negara Soal Corona
Firman juga menyoroti buruknya komunikasi publik pemerintah yang malah menimbulkan keresahan terhadap virus corona. Komunikasi publik buruk tersebut malah mengakibatkan silang pendapat sehingga malah menimbulkan pro-kontra di ruang publik.
Padahal seharusnya komunikasi publik yang dilakukan adalah untuk fokus terhadap langkah-langkah mitigasi virus corona dari pemerintah pusat. Oleh karena itu, pejabat harus hemat pernyataan yang tidak perlu agar tidak mengindikasikan kebijakan yang berseberangan.
"Seperti ketika Gubernur Banten mengumumkan 2 warganya positif terjangkit corona. Kemudian malah dipertanyakan otoritas kesehatan pusat. Ini menyebabkan masyarakat bertanya-tanya apakah tidak ada koordinasi penanganan pusat dengan daerah," kata Firman.
Firman menjelaskan informasi yang sahih dari sumber yang dapat dipercaya bisa membuat publik tenang. Informasi yang disampaikan oleh pemerintah juga harus tepat sasaran.
Agar informasi tepat sasaran, pemerintah perlu mengevaluasi komunikasi dan informasi yang bertujuan untuk mengubah perilaku publik agar mencegah penularan sekaligus panik sosial.
"Maka sejauh yang telah dilakukan pemerintah hingga saat ini, sudah berubah kah perilaku masyarakat? Lebih aware terhadap penularan? Lebih peduli terhadap kemungkinan terjangkitnya corona? Lebih tidak panik kah mereka?" kata Firman.