LIPI Respons Anies soal 6.000 Orang RI Akan Terinfeksi Corona

CNN Indonesia | Sabtu, 14/03/2020 08:33 WIB
LIPI Respons Anies soal 6.000 Orang RI Akan Terinfeksi Corona Anies Baswedan minta penanganan serius soal virus corona. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan sebanyak 6.000 orang akan terinfeksi virus corona (Covid-19) dalam waktu dua pekan ke depan. Situasi itu bisa benar-benar terjadi jika pemerintah tidak melakukan langkah lebih serius mencegah penyebaran virus tersebut.

Dalam skenario itu, Anies menuturkan terdapat 840 kasus dengan kategori parah dan 200 kasus kategori krisis. Anies tak menjelaskan secara detail terkait dengan skenario tersebut.

Peneliti bidang mikrobiologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Sugiyono Saputra menduga Anies menggunakan metode reproduction number atau R naught untuk menghitung penyebaran infeksi Covid-19 di Jakarta.


Angka itu, lanjut dia mungkin muncul mengingat Covid-19 terbilang lebih ganas dari virus corona lain seperti SARS atau MERS.

"Kalau angka tersebut mungkin muncul dari reproduction number atau R naught Covid 19 ya. Memang lebih contagious dari coronvirus lain dan seasonal flu," ujar Sugiyono kepada CNNIndonesia.com, Jumat (12/3).


Sugiyono menuturkan belum ada data yang pasti mengenai daya penularan Covid-19. Akan tetapi, perkiraan saat ini menunjukkan satu orang yang terinfeksi Covid-19 dapat menularkan ke dua atau empat orang lain.

Bahkan, dia mengatakan penularan bisa lebih banyak karena tingginya mobilitas manusia dan tidak adanya penanggulangan.

Lebih lanjut, Sugiyono menyampaikan rute penularan Covid-19 bervariasi. Dia berkata Covid-19 bisa menular melalui droplet hingga feses.

"Bisa lewat kontak langsung atau dekat dengan penderita ataupun melalui kontak benda mati yang terkontaminasi virus tersebut," ujarnya.

[Gambas:Video CNN]

Di sisi lain, Sugiyono menyampaikan lock down merupakan opsi terakhir dalam menangani penyebaran Covid-19.

Sebelum hal itu terjadi, dia menyarankan pemerintah bisa melakukan langkah preventif seperti melakukan desinfektan fasilitas umum, travel restriction, dan pengawasan yang efektif pada orang-orang dengan gejala Covid-19 di tempat umum.

"Langkah lainnya dengan membatasi pergerakan pada suatu komunitas. Kemudian untuk masing-masing individu, harus tetap waspada dengan mempraktekkan langkah protektif seperti good hygiene, gaya hidup sehat, hingga melakukan self quarantine apabila ada gejala Covid-19," ujar Sugiyono.

Adapun terkait dengan transparansi pemerintah terhadap informasi personal hingga jalur yang dilintasi orang yang terinfeksi, dia menilai hal itu bisa dilakukan.

"Saya kira ini sebagai salah satu cara juga agar jangkauan sampling juga lebih luas sehingga diketahui penyebarannya sudah sejauh apa," ujarnya.


Melansir Healthline,  reproduction number atau R naught adalah istilah matematika yang menunjukkan seberapa menular suatu penyakit menular. R0 dapat memberi tahu jumlah rata-rata orang yang akan tertular penyakit dari satu orang yang menular.

R naught secara khusus berlaku untuk populasi orang yang sebelumnya bebas dari infeksi dan belum divaksinasi.

Ada tiga kemungkinan untuk potensi penyebaran atau penurunan penyakit, tergantung pada nilai R0-nya. Jika R0 kurang dari 1, setiap infeksi yang ada menyebabkan kurang dari satu infeksi baru. Dalam hal ini, penyakitnya akan menurun dan akhirnya mati.

Jika R0 sama dengan 1, setiap infeksi yang ada menyebabkan satu infeksi baru. Penyakit ini akan tetap hidup dan stabil, tetapi tidak akan ada wabah atau epidemi. Jika R0 lebih dari 1, setiap infeksi yang ada menyebabkan lebih dari satu infeksi baru. Penyakit ini akan menyebar di antara orang-orang, dan mungkin ada wabah atau epidemi.

Yang penting, nilai R0 suatu penyakit hanya berlaku ketika semua orang dalam suatu populasi benar-benar rentan terhadap penyakit, seperti belum ada yang divaksinasi, belum ada yang pernah menderita penyakit ini sebelumnya, dan tidak ada cara untuk mengendalikan penyebaran penyakit.

(jps/DAL)