Saat konferensi pers pada Minggu (15/3), Anies menjelaskan, dalam kondisi normal pihaknya menganjurkan masyarakat menggunakan transportasi publik. Namun menurut dia risiko penularan Covid-19 cukup tinggi pada transportasi publik sehingga masyarakat disarankan menggunakan kendaraan pribadi.
"Saat ini potensi penularan di kendaraan umum cukup tinggi karena itu kita akan menghapus atau mencabut sementara kebijakan ganjil genap di seluruh kawasan Jakarta sehingga masyarakat bisa memilih moda transportasi yang lebih minim risiko penularan," kata Anies seperti dilansir dari CNNIndonesia TV.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
[Gambas:Instagram]
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anies juga menunda pelaksanaan Ujian Nasional tingkat menengah atas (SMA/SMK) yang seharusnya dilakukan pada hari ini. Selain itu Anies juga sudah menutup semua destinasi wisata dan tempat hiburan milik Pemprov DKI selama dua pekan, itu termasuk Monas, Ancol, dan Ragunan.
"[Pencabutan ganjil genap] ini tidak diberlakukan 2 minggu, tapi kita cabut sementara dan akan diberlakukan lagi ketika kondisi sudah dalam kontrol kita," ujar Anies.
Hingga Minggu (14/3) Jakarta mencatat terdapat 660 orang dalam pemantauan dan 289 pasien dalam pengawasan terkait Covid-19. Sedangkan jumlah pasien positif Corona di Indonesia telah mencapai 117 orang.
[Gambas:Video CNN]
(fea)