Anies Cabut Ganjil Genap Efek Corona, Berlaku Mulai Hari ini

fea, CNN Indonesia | Senin, 16/03/2020 07:57 WIB
Transportasi umum dirasa punya risiko tinggi penyebaran virus corona, masyarakat Jakarta diimbau menggunakan kendaraan pribadi. Kendaraan melintasi rambu pembatasan kendaraan ganjil-genap di Jalan Matraman. Jakarta, Minggu 8 September 2019. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Aturan ganjil genap di Jakarta tidak berlaku mulai hari ini, Senin (16/3) sampai batas waktu yang belum ditentukan. Hal itu diputuskan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan buat menanggapi penyebaran virus corona (Covid-19) yang terus meluas di ibu kota.


Saat konferensi pers pada Minggu (15/3), Anies menjelaskan, dalam kondisi normal pihaknya menganjurkan masyarakat menggunakan transportasi publik. Namun menurut dia risiko penularan Covid-19 cukup tinggi pada transportasi publik sehingga masyarakat disarankan menggunakan kendaraan pribadi.

"Saat ini potensi penularan di kendaraan umum cukup tinggi karena itu kita akan menghapus atau mencabut sementara kebijakan ganjil genap di seluruh kawasan Jakarta sehingga masyarakat bisa memilih moda transportasi yang lebih minim risiko penularan," kata Anies seperti dilansir dari CNNIndonesia TV.


Menurut Anies tenggat pencabutan sementara kebijakan ganjil genap tidak berlaku selama dua pekan seperti penutupan sekolah di ibu kota. Meski demikian dalam unggahan Anies di media sosial diketahui pencabutan itu berlaku mulai 16 Maret hingga 27 Maret.

[Gambas:Instagram]

Anies telah memutuskan menutup sekolah selama dua pekan karena anak-anak dikatakan bisa berperan sebagai perantara penyebaran Covid-19 antara orang dewasa.

Anies juga menunda pelaksanaan Ujian Nasional tingkat menengah atas (SMA/SMK) yang seharusnya dilakukan pada hari ini. Selain itu Anies juga sudah menutup semua destinasi wisata dan tempat hiburan milik Pemprov DKI selama dua pekan, itu termasuk Monas, Ancol, dan Ragunan.

"[Pencabutan ganjil genap] ini tidak diberlakukan 2 minggu, tapi kita cabut sementara dan akan diberlakukan lagi ketika kondisi sudah dalam kontrol kita," ujar Anies.

Hingga Minggu (14/3) Jakarta mencatat terdapat 660 orang dalam pemantauan dan 289 pasien dalam pengawasan terkait Covid-19. Sedangkan jumlah pasien positif Corona di Indonesia telah mencapai 117 orang.

[Gambas:Video CNN]

(fea)