Cegah Corona, Hindari Pinjam Uang Elektronik di Jalan Tol

CNN Indonesia | Kamis, 19/03/2020 17:18 WIB
Solusi meminjam uang elektronik pengemudi lain ketika kekurangan saldo di gerbang tol disebut mesti dihindari sebab berisiko penularan virus corona. Pengendara menempelkan kartu tol di Gerbang tol Bekasi Barat, Jawa Barat, Senin, 5 Maret 2018. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pengguna jalan tol diimbau selalu memastikan saldo uang elektronik cukup buat membayar di gerbang tol. Kontak fisik dengan meminjam uang elektronik pengemudi lain ketika kekurangan saldo di gerbang tol sebaiknya dihindari sebab berisiko penularan virus corona (Covid-19).

Meminjam uang elektronik pengemudi lain buat membayar tol merupakan solusi yang kerap dipakai bila mengalami kendala kehabisan saldo. Hal itu pun diakui oleh pihak Jasa Marga.

Corporate Communication & Community Development Group Head Jasa Marga Dwimawan Heru menjelaskan, memastikan saldo uang elektronik cukup merupakan dukungan pengguna jalan tol menerapkan social distancing.


"Sebagai contohnya, di ruas jalan tol dengan sistem transaksi terbuka, pengguna jalan dengan saldo uang elektronik kurang dan harus meminjam di kendaraan belakangnya tetap melakukan kontak fisik berupa peminjaman uang elektronik. Ini harus dihindari," kata Heru.

Virus corona dinyatakan Laboratorium virologi National Institutes of Health di Amerika Serikat (AS) mampu bertahan hidup hingga tiga hari pada benda berbahan plastik. Sementara itu virus corona bisa bertahan sekitar tiga jam di udara.

Penularan umum Covid-19 yakni melalui droplet atau cairan tubuh seseorang yang bisa keluar saat berbicara, batuk, atau bersin. Selain itu masyarakat juga diimbau mewaspadai penularan melalui benda mati.

Bila terpaksa harus meminjam uang elektronik pengemudi lain disarankan jangan menyentuh langsung. Alat bantu seperti tisu bisa digunakan buat memegang uang elektronik dan pastikan mencuci tangan menggunakan hand sanitizer atau sabun dengan air mengalir. (fea/fea)