Cegah Lonjakan Data, Facebook 'Cekik' Kualitas Video

Jonathan Patrick, CNN Indonesia | Rabu, 25/03/2020 00:12 WIB
Cegah Lonjakan Data, Facebook 'Cekik' Kualitas Video Ilustrasi video Faacbook. (Foto: Facebook)
Jakarta, CNN Indonesia -- Facebook dan anak perusahaan Instagram akan menurunkan kualitas gambar video untuk pengguna di Eropa. Langkah ini guna mencegah kepadatan lalu lintas data pengakses video akibat virus corona (SARS-CoV-2).

Dikatakan Facebook, melonjaknya data traffic video ini disebabkan banyak orang menghabiskan waktunya di rumah akibat pembatasan aktivitas di luar rumah setelah penyebaran virus corona beberapa waktu terakhir. Dan ini dinilai ada kemungkinan banyak mengakses media sosial Facebook dan Instagram.

Pada pertengahan 2019, Facebook mencatat  memiliki pengguna mencapai 288 juta di Eropa.


Dilansir dari CNA, 'pencekikan' data ini tidak berlangsung cukup lama, langkah itu akan diberlakukan Facebook dan Instagram selama selama 30 hari.

Sebelumnya, Netflix, YouTube, Amazon dan Disney telah memutuskan untuk menurunkan kualitas gambar video.

Kepala Industri Uni Eropa Thierry Breton telah mendesak platform video streaming untuk meringankan bandwidth untuk layanan kesehatan dan ruang belajar digital bagi ribuan anak-anak yang harus belajar dari rumah akibat penutupan sekolah.

Operator telekomunikasi Eropa telah memastikan mampu mengatasi kenaikan lalu lintas data sejauh ini, namun ada kekhawatiran terjadi 'kemacetan lalu lintas data' imbas banyak menjalankan work form home (WFH).

[Gambas:Video CNN]

"Untuk membantu mengurangi potensi kemacetan jaringan, kami akan sementara mengurangi laju bit untuk video di Facebook dan Instagram di Eropa," kata seorang juru bicara Facebook.

Di sisi lain, Disney mengumumkan akan menurunkan pemanfaatan bandwidth keseluruhan setidaknya 25 persen di semua negara Eropa yang meluncurkan kanal Disney +.

"Kami berkomitmen untuk bekerja dengan mitra kami untuk mengelola kendala bandwidth apa pun selama periode permintaan yang tinggi ini, sambil juga memastikan orang-orang dapat tetap terhubung menggunakan aplikasi dan layanan Facebook," kata Facebook seperti yang dilansir dari Neowin. (jnp/mik)