Jurus Jerman Tekan Angka Kematian Corona

CNN Indonesia | Rabu, 01/04/2020 09:26 WIB
Jurus Jerman Tekan Angka Kematian Corona Ilustrasi virus corona. (AP/Jean-Francois Badias)
Jakarta, CNN Indonesia -- Jerman memiliki jumlah kasus virus corona (SARS-CoV-2) sebanyak 41 ribu. Angka ini membuat Jerman menjadi negara kelima dengan jumlah pasien corona terbesar di dunia.

Akan tetapi, Jerman hanya melaporkan jumlah kematian akibat corona sebanyak 236 kasus. Angka tersebut berbeda dengan negara-negara lain di Uni Eropa dengan tingkat kematian mencapai ribuan kasus.

Salah satu jurus rahasia Jerman adalah melakukan tes corona secara massal dan ekstensif. Jerman rata-rata melakukan 500 ribu tes corona per minggu atau lebih dari 70 ribu tes corona per hari.


Negara-negara termasuk Italia, Amerika, Spanyol, Jerman, dan Prancis semuanya masing-masing melaporkan lebih dari 25 ribu kasus corona. Italia dan Spanyol adalah negara yang paling terpukul, dengan lebih dari 130 ribu kasus termasuk 11 ribu kematian.

Jumlah korban tewas gabungan untuk Italia dan Spanyol menyumbang setengah dari jumlah korban corona di seluruh dunia, yang jumlahnya lebih dari 23 ribu hingga saat ini.

Prancis dan Amerika Serikat telah melaporkan masing-masing lebih dari 1 ribu kematian akibat virus corona. Prancis memiliki lebih dari 29 ribu kasus dan AS mendorong 80 ribu kasus.

Di sisi lain, Jerman hanya mencatat 236 kematian dari 41 ribu kasus positif corona. Ternyata Jerman melakukan pengujian tes corona massal dengan rata-rata lebih dari 70 ribu tes per hari dan sekitar 500 ribu per minggu.

Ahli virus Christian Drosten di Jerman mengatakan tingkat kematian yang rendah berkorelasi langsung dengan jumlah tes yang dilakukan di Jerman.

[Gambas:Video CNN]

Jumlah tes memang sangat besar, tetapi ini adalah cara terbaik untuk mengatasi virus. Peneliti mengatakan bahwa jumlah tes yang tinggi memberi otoritas pemahaman yang lebih baik tentang gambaran virus corona yang lebih besar.

Mereka menyadari setiap kasus virus corona, termasuk yang lebih ringan, yang menjelaskan perbedaan besar antara Jerman dan negara-negara lain di Eropa dalam tingkat kematian. Semakin cepat pasien diidentifikasi, semakin cepat mereka mendapatkan terapi dan pengobatan yang telah terbukti efektif di tempat lain.

Diagnosis dini berarti memberikan akses cepat ke tenaga medis. Tetapi diagnosis cepat terutama akan membantu pasien berisiko yang dapat dibantu dan diamati dengan baik sebelum timbulnya gejala. Menemukan kasus virus corona yang mungkin tanpa ada gejala dapat secara signifikan memperlambat penyakit.

Pengujian ekstensif Jerman dapat menyelamatkan banyak nyawa dan secara signifikan mengurangi tingkat transmisi corona. Beberapa negara seperti Korea Selatan, Jepang dan Singapura berhasil menekan penyebaran virus corona.

Tingkat Kematian Corona Jerman Terendah di Dunia

Dilansir dari BGR, sekitar sebulan yang lalu, Korea tampaknya menjadi hot spot virus terbesar kedua di dunia setelah China. Akan tetapi Korea Selatan berhasil meratakan peningkatan jumlah kematian corona dalam waktu singkat.

Korea Selatan telah melaporkan lebih dari 9,1 ribu kasus, tetapi hanya 131 kematian dengan jumlah kasus sembuh sebanyak 4,1 ribu.

Tingkat kematian Jerman hanya 0,5 persen, angka tersebut membuat Jerman memiliki persentase tingkat kematian terendah di dunia.

Dilansir dari NPR, persentase tingkat kematian di Prancis sekitar 5 persen, sedangkan Italia berada di sekitar 10 persen.

(jnp/DAL)