Ahli: Lockdown Wuhan Sukses Blokir 700 Ribu Kasus Baru Corona

CNN Indonesia | Kamis, 02/04/2020 10:29 WIB
Peneliti Inggris menyebut kebijakan lockdown Kota Wuhan China berhasil memblokir lebih dari 700 ribu kasus baru Covid-19. Ilustrasi Kota Wuhan China lawan corona. (STR / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Peneliti menyatakan keputusan China untuk melakukan lockdown Kota Wuhan dalam rangka mencegah penyebaran virus corona berhasil memblokir lebih dari 700 ribu kasus baru Covid-19.

Peneliti menilai langkah mitigasi China yang  ketat pada 50 hari pertama epidemi Covid-19 merupakan waktu berharga dalam mencegah meluasnya penularan. Peneliti Universitas Oxford, Christopher Dye mengatakan ada 30 ribu kasus yang dikonfirmasi di China pada hari ke-50 epidemi atau tanggal 19 Februari 2020.

Dye bersama peneliti lain menganalisis bahwa tanpa larangan adanya perjalanan ke dalam atau luar Wuhan dan tanggap darurat nasional akan ada lebih dari 700 ribu kasus COVID-19 yang dikonfirmasi di luar Wuhan pada tanggal itu.
 
"Langkah-langkah pengendalian China tampaknya berhasil memutus rantai penularan, mencegah kontak antara orang yang menular dan yang rentan," ujar Dye melansir France24.



Para peneliti menggunakan kombinasi laporan kasus, informasi kesehatan masyarakat, dan pelacakan lokasi ponsel untuk menyelidiki penyebaran virus. Ahli biologi Penn State, Ottar Bjornstad mengatakan pelacakan telepon memberikan aliran data baru yang menarik untuk menyelidiki penyebaran virus.
 
Dalam penelitian itu, Bjornstad berkata para peneliti juga menganalisa dua hari libur terbesar China, yakni Festival Musim Semi dan Tahun Baru Imlek. Dia mengaku pihaknya dapat membandingkan pola perjalanan masuk dan keluar dari Wuhan selama wabah dengan data ponsel dari dua festival musim semi sebelumnya.

[Gambas:Video CNN]
 
"Analisis ini mengungkapkan pengurangan luar biasa dalam pergerakan setelah larangan perjalanan 23 Januari 2020. Berdasarkan data ini, kami juga bisa menghitung kemungkinan penurunan kasus di Wuhan dan kota-kota lain di seluruh China," ujar Bjornstad.
 
Melansir The Straits Times, ahli epidemiologi di Universitas Normal Beijing yang juga penulis laporan, Huaiyu Tian mengatakan penutupan kawasan Wuhan telah menunda penyebaran virus ke kota-kota lain di China. Sebab, kota lain lebih awal bisa melakukan pencegahan, misalnya melarang pertemuan publik dan menutup tempat hiburan.
 
"Kami sangat sadar bahwa infeksi dari lokasi awal atau lokasi lain dapat menyebabkan kebangkitan penularan," kata Tian.

(jps/DAL)