BMKG: Wilayah Jabodetabek Memasuki Fase Pancaroba

CNN Indonesia | Rabu, 01/04/2020 19:40 WIB
BMKG menjelaskan hujan yang terjadi di wilayah Jabodetabek dalam satu minggu ke belakang merupakan tanda memasuki masa pancaroba. Ilustrasi hujan. (CNN Indonesia/ Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengatakan hujan yang terjadi antara siang dan menjelang malam hari di wilayah Jabodetabek dalam satu minggu ke belakang merupakan tanda memasuki masa pancaroba.

Kabid Diseminasi Informasi Iklim dan Kualitas Udara BMKG Harry Tirto Djatmiko mengatakan masa peralihan dari musim hujan ke musim panas ditandai dengan hujan yang terjadi di di siang hari atau malam hari.

"Secara umum untuk wilayah Jabodetabek masih musim hujan periode transisi atau pancaroba. Untuk potensi hujan saat ini frekuensi kejadian antara siang dan menjelang malam hari. Hal ini merupakan salah satu ciri atau karakteristik hujan di periode pancaroba," kata Harry saat dihubungi CNNIndonesia.com, Rabu (1/4).


Harry mengatakan MJO (aliran udara basah) juga berdampak pada peningkatan curah hujan disertai angin kencang dan petir. Meskipun tak memiliki intensitas tinggi namun berkontribusi terhadap curah hujan di Indonesia.


Harry juga menjelaskan memasuki musim pancaroba, suatu wilayah akan didominasi oleh hujan intensitas lebat akan disertai dengan kilat atau petir.

"Saat periode transisi atau pancaroba, frekuensi kejadian hujan lebat disertai kilat atau petir dan angin kencang durasi singkat lebih banyak mendominasi," tutur Harry.

[Gambas:Video CNN]

BMKG juga menjelaskan awal musim kemarau tahun 2020 bervariasi, yakni terjadi pada April hingga Oktober. Hanya 17 persen Zona Musim (ZOM) di Indonesia akan mengawali musim kemarau pada April 2020, yaitu di sebagian kecil wilayah Nusa Tenggara, Bali, dan Jawa.

"Sebanyak 38,3 persen wilayah akan memasuki musim kemarau pada bulan Mei 2020, meliputi sebagian Bali, Jawa, Sumatera, dan sebagian Sulawesi. Sementara itu 27,5 persen di Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua akan masuk awal musim kemarau di bulan Juni 2020," ujar Dwikorita kepada CNNIndonesia.com, Selasa (31/3).

(jnp/DAL)