Wabah Corona Bikin Aplikasi Kencan Online Laris Manis

CNN Indonesia | Kamis, 02/04/2020 15:54 WIB
Aplikasi kencan online menunjukkan peningkatan pengguna dan percakapan akibat kebijakan social distancing selama wabah corona. Ilustrasi. Aplikasi kencan online tunjukkan pengingkatan pengguna selama wabah corona (Istockphoto/Tero Vesalainen)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sejumlah aplikasi kencan online menunjukkan peningkatan pengguna yang cukup signifikan selama masa kebijakan pembatasan sosial (social distancing) untuk menekan penyebaran pandemi Covid-19 akibat infeksi virus corona SARS-Cov-2.

Aplikasi kencan online mulai dari Tinder, OkCupid, sampai Bumble menunjukkan peningkatan jumlah pengguna dan percakapan.

Berdasarkan data Tinder, percakapan pengguna di Indonesia meningkat dengan rata-rata sebesar 23 persen. Selain itu, rata-rata durasi percakapan meningkat 19 persen lebih lama. Data ini diambil mulai tanggal 20 Februari hingga 26 Maret 2020.

Layanan aplikasi kencan OkCupid pun mencatat kenaikan percakapan dan panjang waktu percakapan sebanyak 7 persen. Selain itu, aplikasi kencan masuk dalam 10 dari 100 aplikasi terpopuler di iTunes.


Pada minggu kedua Maret, pengguna aktif Bumble di Amerika Serikat (AS) juga naik 8 persen. Salah satu fitur yang ada di aplikasi Bumble yakni Bumble Video Call mirip layanan Zoom dan Google Hangouts, pun mengalami kenaikan sebesar 21 persen.

Aplikasi lain seperti Hinge menurut data internal mereka menunjukkan adanya peningkatan sebesar 70 persen.

Kebijakan lockdown di beberapa kota di AS pun kian meningkatkan percakapan pengguna sejak 12-22 Maret dengan rincian sebagai berikut, seperti dikutip CNBC

1. Seattle: 21 persen.
2. New York: 23 persen.
3. San Fransisco: 26 persen.

Menurut studi yang dilakukan YouGov dan Galaxy, tahun 2019 peningkatan jumlah pengguna Tinder mencapai 52 persen di Australia. Lalu pengguna rata-rata berusia 25-34 tahun, seperti dikutip The Conversation

Peningkatan pengguna ini membuat induk perusahaan Tinder, yakni Match Group menggratiskan fitur Passport. Dengan fitur ini, pengguna bisa bebas berpindah lokasi untuk mencari pasangan. Fitur Passport semestinya hanya bisa diakses bagi pengguna berbayar Tinder Plus dan Gold.

[Gambas:Video CNN]

Dengan fitur ini, pengguna bisa mencari sebuah kota atau menandai sebuah kota di peta, lalu mereka dapat mulai untuk swipe, matching, dan mengobrol dengan pengguna Tinder di destinasi yang dipilih.

Meski begitu, fitur Passport bisa diakses secara gratis hanya sampai 30 April 2020.

Setelah Tinder memutuskan untuk menggratiskan fitur Passport, terjadi kenaikan pengguna selama bulan Maret di beberapa negara, dengan rincian:

1. Brazil: 15 persen.
2. Jerman: 19 persen.
3. Prancis: 20 persen.
4. India: 25 persen. (din/eks)