Ilmuwan Bikin Perangkat Deteksi Virus Corona pada Air Limbah

CNN Indonesia | Sabtu, 04/04/2020 09:10 WIB
Ilmuwan tengah mengembangkan perangkat berbasis kertas untuk mendeteksi keberadaan virus corona yang menyebabkan Covid-19 pada air limbah. Ilustrasi air limbah. (Foto: CNN Indonesia/Dhio Faiz).
Jakarta, CNN Indonesia -- Tim peneliti dari Universitas Cranfield mengklaim tengah mengembangkan perangkat berbasis kertas untuk mendeteksi keberadaan virus corona yang menyebabkan Covid-19 pada air limbah. Tim peneliti mengaku perangkat buatannya terjangkau, cepat, dan akurat.

Insinyur biomedis Universitas Cranfield Zhugen Yang mengatakan perangkat kertas itu dikembangkan untuk menguji materi genetik dalam air limbah untuk membuktikan konsep dan menguji infeksi. Mereka memperkirakan perangkat akan dapat menawarkan gambaran lengkap dan langsung tentang kesehatan populasi.

"Perangkat ini murah, harganya kurang dari £1 [US$1.24] dan akan mudah digunakan untuk non-ahli setelah perbaikan lebih lanjut," ujar Yang melansir Science Alert.


Yang membeberkan pengembangan perangkat itu bagian dari penelitian pada bidang waste water-based epidemiology (WBE). 

Walaupun memiliki keterbatasan dalam mengekstrapolasi hasil ke sampel yang lebih luas, penelitian itu memiliki banyak keuntungan non-invasif kerana dapat mengumpulkan data mendekati waktu nyata dan hampir akurat.

Yang berkata perangkat yang diusulkan pihaknya bekerja dengan cara dilipat dan dibuka agar asam nukleat patogen dari air limbah tersaring. Bahan kimia yang sudah ditambahkan ke kertas nantinya akan mendeteksi apakah ada asam nukleat yang berasal dari Covid-19.
 
Ada dua warna untuk membedakan hasil, yakni lingkaran hijau jika Covid-19 terdeteksi dan lingkaran biru jika tidak. Perangkat kertas itu juga mudah ditumpuk, disimpan, diangkut, dan dapat dibakar setelah digunakan.

Berdasarkan penelitian terbaru menunjukkan bahwa Covid-19 terdapat pada urine dan feses, serta dapat bertahan selama beberapa hari di luar organisme hidup.

Dari penelitian itu, peneliti yakin uji air limbah dapat bekerja dengan perangkat yang dikembangkan bisa bekerja. Untuk saat ini, perangkat masih merupakan sebuah konsep dan belum dipraktikkan.

"Dalam kasus infeksi tanpa gejala di masyarakat atau ketika orang tidak yakin apakah mereka terinfeksi atau tidak, deteksi limbah masyarakat real-time melalui perangkat analitik kertas dapat  menentukan apakah ada pembawa Covid-19 di suatu daerah untuk memungkinkan penyaringan, karantina, dan pencegahan yang cepat," kata Yang.

[Gambas:Video CNN]

Melansir Science Daily, pendekatan epidemiologi berbasis air limbah (WBE) dapat memberikan cara yang efektif dan cepat untuk memprediksi potensi penyebaran Covid-19. Pendekatan itu mengambil biomarker dalam feses dan urine dari pembawa penyakit yang memasuki jalur pembuangan limbah..

Yang mengatakan kit pengujian cepat menggunakan perangkat berbasis kertas dapat digunakan di lokasi seperti pabrik pengolahan air limbah untuk melacak sumber dan menentukan apakah ada pembawa Covid-19 potensial di daerah setempat.

"Jika Covid-19 dapat dipantau di sebuah komunitas pada tahap awal melalui WBE, intervensi yang efektif dapat dilakukan sedini mungkin untuk membatasi pergerakan populasi lokal itu, meminimalkan penyebaran patogen, dan ancaman terhadap kesehatan masyarakat," ujar Yang.

WBE dinilai sudah dikenal sebagai cara yang efektif untuk melacak obat-obatan terlarang dan mendapatkan informasi tentang kesehatan, penyakit, dan patogen.

Yang juga telah mengembangkan perangkat berbasis kertas serupa untuk berhasil melakukan tes untuk diagnosis veteriner cepat di India dan malaria dalam darah di antara populasi pedesaan di Uganda.

(jps/DAL)