ITS-Unair Buat Robot untuk Bantu Penanganan Pasien Corona

M. Ikhsan, CNN Indonesia | Jumat, 03/04/2020 15:51 WIB
Robot secara khusus dikembangkan untuk meminimalisir tenaga medis tertular virus corona dalam penanganan pasien positif corona yang tengah diisolasi. Robot untuk membantu kerja tenaga medis dalam penanganan pasien positif corona. (Foto: Dok. Istimewa)
Surabaya, CNN Indonesia -- Universitas Airlangga (Unair) Surabaya dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya mengumumkan kerja sama mengembangkan robot untuk membantu kerja tenaga medis dalam penanganan pasien positif corona yang tengah diisolasi.

Menurut pihak universitas, keberadaan robot untuk meminimalisir tenaga medis tertular virus corona.

"Unair dengan ITS berkolaborasi untuk menyiapkan robot yang akan meminimalisir risiko pekerjaan tenaga kesehatan yang ada di lapangan," kata Rektor Unair Mohammad Nasih, di Surabaya (1/4).


Salah satu anggota tim robot service high infection disease RS Unair, dr Niko Azhari Hidayat menjelaskan bahwa robot ini nantinya akan bertugas membawa obat, makanan serta keperluan lain ke dalam ruang isolasi tempat pasien dirawat.

"Seperti mengirim obat, pakaian, makanan yang biasa dikirim keluarga bisa menggunakan robot ini," ujar Niko.

Selain itu, robot ini juga memiliki kemampuan mengukur temperatur suhu tubuh pasien. Nantinya robot akan dilengkapi dengan monitor yang bisa digunakan untuk komunikasi dua arah.

"Robot ini juga memiliki monitor yang bisa dipakai untuk komunikasi dua arah. Pasien bisa ditanya keluhannya, demamnya seperti apa," katanya.

[Gambas:Video CNN]

Robot itu kata Niko, dikendalikan oleh para tenaga ahli melalui komputer atau laptop, yang terletak di ruang kontrol. Letak ruang kontrol ditempatkan kan tak terlalu jauh dari ruang isolasi.

Saat ini, ujar Niko, robot tersebut tengah dalam proses uji coba. Lalu dalam satu-dua pekan ke depan satu robot sudah bisa dioperasikan. Ia mengaku tengah mempersiapkan total empat unit robot guna memutus rantai corona.

"Dalam satu-dua pekan ini, kita akan launch. Ruangannya sudah disiapkan. Tadi sudah ditunjukkan oleh tim ITS, robot sudah bisa berjalan di dalam lorong dan membawa bawaan," kata Niko.

Meski demikian, peran tenaga medis tetaplah dibutuhkan. Namun dengan robot ini, maka tugas tenaga medis menjadi lebih terbantu di tengah masalah minimnya pasokan alat pelindung diri (APD).

"Dan tentunya menghemat pemakaian APD tenaga medis yang saat ini kekurangan, insyaallah ini akan menyelesaikan problem yang selama ini kita khawatirkan," imbuhnya.

Sementara itu, Direktur RS Unair, Prof Nasronudin robot ini merupakan solusi yang tepat untuk membantu kerja para tenaga medis. Ia pun mengusulkan nama untuk robot ini.

"Karena cara kerja alat ini membantu tenaga kesehatan, maka saya usul namanya robot Pro Nakes," tutup Niko. (frd/mik)