Gubernur California, Gavin Newsom, meminta perusahaan Bloom Energy memperbaiki alat-alat ventilator yang berada dalam kondisi rusak di California. Ventilator dibutuhkan karena penyakit Covid-19 berkaitan erat dengan infeksi saluran pernapasan.
California yang notabene merupakan negara bagian terpadat di AS dengan jumlah penduduk hampir 40 juta orang, mengalami keterbatasan pasokan ventilator.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam proses pembuatan sel bahan bakar, Bloom Energy yang menggabungkan udara dan hidrogen untuk menghasilkan listrik melalui reaksi kimia.
Untuk mendapatkan udara dan hidrogen dalam jumlah yang tepat, sel bahan bakar menggunakan selang dan katup serta kipas dengan fungsi yang mirip dengan ventilator.
Chief Operations Officer, Bloom Energy, Susan Brennan mengatakan perusahaan tidak mendapat untung dari perbaikan ini, tapi mereka berharap pemerintah AS bisa mengganti pengeluaran perbaikan ventilator.
Sejak saat itu, perusahaan yang sama sekali tidak memiliki pengetahuan terkait ventilator telah berhasil memperbaiki 500 alat tersebut.
Dilansir dari AP News, hal ini serupa dengan yang terjadi saat Perang Dunia I, di mana perusahaan raksasa manufaktur menggunakan keahlian perakitan untuk membuat pesawat hingga tank. Saat ini, beberapa perusahaan sedang memutar otak untuk melakukan hal serupa, yakni memproduksi peralatan medis. (jnp/stu)