Chatbot Lapor Warga RI Terpapar Corona Sudah Ada di Whatsapp

CNN Indonesia | Senin, 06/04/2020 16:06 WIB
Chatbot Lapor Warga RI Terpapar Corona Sudah Ada di Whatsapp Tangkapan layar pelaporan warga yang terpapar corona di WhatsApp.
Jakarta, CNN Indonesia -- Platform pelaporan virus corona (SARS-CoV-2) resmi diluncurkan oleh Koalisi Warga untuk Covid-19. Platform berupa situs dan chatbot bernama LaporCovid-19 dalam aplikasi WhatsApp dan Telegram.

Salah satu inisiator, Irma Hidayana menjelaskan platform dibuat untuk memberi kesempatan kepada warga untuk memberikan informasi situasi Covid-19 di lingkungannya. Kesempatan pelaporan ini bisa membuat jangkauan deteksi corona semakin luas karena mungkin belum semua wilayah mampu dideteksi pemerintah.

"Misalnya memberi informasi tentang kondisi dirinya, keluarganya, atau tetangganya yang memiliki gejala serupa Covid-19, atau yang meninggal sebelum mendapat kesempatan tes Covid-19," kata Irma dalam keterangan resmi yang diterima CNNIndonesia.com, Senin (6/4).


LaporCovid-19 akan mengolah dan menganalisis informasi dari warga. Hasil informasi,  akan ditampilkan secara berkala berupa peta sebaran dan data-data lain yang relevan melalui situs www.laporcovid19.org.


Mekanisme cek-silang antar warga dimungkinkan oleh sistem platform untuk meminimalisasi kekeliruan. Para inisiator platform juga itu menjamin kerahasiaan pemberi informasi.

CNNIndonesia.com menjajal chatbot LaporCovid-19. Saat pertama kali memberi pesan, chatbot akan memberi informasi soal keterbatasan jumlah informasi di tengah wabah corona di Indonesia.

LaporCOVID-19 memberikan wadah kepada sesama warga untuk memberikan informasi dan data yang  tidak/belum terdeteksi sehingga luput dari laporan data resmi pemerintah.

"Data dan informasi yang Anda sampaikan di sini akan dikumpulkan dan disajikan dalam bentuk angka serta peta sebaran wabah sebagai upaya sesama warga untuk mengendalikan persebaran virus corona. Identitas dan data pribadi Anda tidak akan disebarluaskan," tulis chatbot.


Kemudian chatbot akan meminta izin kepada masyarakat untuk mengajukan pertanyaan kuesioner. Chatbot akan meminta data pribadi berupa nama lengkap, umur, lokasi pengguna dengan membagikan lokasi fitur Location WhatsApp, nomor telepon, media sosial, alamat email, hingga jenis kelamin.

Kemudian chatbot akan pengguna tinggal bersama siapa, dan masih bekerja di luar rumah atau bekerja dari rumah. Lebih lanjut pengguna bisa memilih hendak melaporkan diri sendiri atau orang lain.

Pengguna akan ditanyakan mengenai kondisi kesehatan, dirawat di rumah sakit, atau karantina mandiri di rumah hingga menanyakan alat metode tes corona apabila telah melakukan pengecekan. Untuk menyelesaikan semua pertanyaan, pengguna hanya memerlukan maksimal lima menit.

Sekretaris Jenderal Transparancy International Indonesia yang juga merupakan salah satu inisiator, Danang Widoyoko menyatakan data dan informasi merupakan faktor terpenting dalam usaha menghentikan wabah yang telah membunuh ratusan warga negara Indonesia.

"Dengan data yang disediakan sesama warga, diharapkan kecepatan, keterbukaan, dan akurasi data Covid-19 bisa lebih ditingkatkan daripada versi resmi," ujarnya.

(jnp/DAL)

[Gambas:Video CNN]