Ramai Pro-Kontra Netizen Soal Gaji ke-13 dan THR PNS

CNN Indonesia | Selasa, 07/04/2020 09:41 WIB
Netizen ramai dengan cuitan pro dan kontra terkait rencana Presiden Joko Widodo pengkaji ulang pemberian THR dan gaji ke-13 PNS. Ilustrasi. Netizen ramai cuitkan pro dan kontra soal rencana kaji ulang pemberian THR dan gaji ke-13 PNS (ANTARA FOTO/Adeng Bustomi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo meminta Kementerian Keuangan untuk mengkaji kembali pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) dan gaji ke-13 Pegawai Negeri Sipil (PNS) tahun ini.

Artinya, PNS terancam tidak mendapatkan kedua tunjangan tersebut karena mengingat tekanan belanja pemerintah di tengah turunnya penerimaan negara. Sontak, permintaan Jokowi itu menimbulkan beragam reaksi dari netizen di media sosial Twitter.

Sebagian PNS mencuitkan kalau ia "ikhlas" jika tidak mendapatkan tunjangan tahun ini. Asalkan, THR dan gaji ke-13 itu dipergunakan untuk membeli APD (alat pelindung diri) bagi tenaga medis yang tengah menangani virus corona.


"Aku PNS/ASN, kalau Gaji 13 dan THR aku dipakai untuk beli obat-obatan, APD atau buat makanan bagi yang tidak mampu, inshaaAllah aku ikhlas," cuit @Ichoman2.



Senada, cuitan @novicrl dan @dwrhmdhn juga pasrah jika ia tidak akan pernah mendapatkan THR dan gaji ke-13.

"Dear Gaji 13, I never ever ever found you," kata dia.





Akun @ijingnistisy malah mendukung langkah Kementerian Keuangan untuk meninjau THR dan gaji ke-13 untuk PNS tahun ini.

Sebab ia melihat bahwa dampak dari pandemi virus corona SARS-Cov-2 di Indonesia, memaksa sejumlah perusahaan untuk melakukan pemutusan hak kerja (PHK) secara sepihak.

Maka, ia menilai langkah yang dilakukan Kemenkeu itu "adil" bagi sebagian masyarakat yang kehilangan pekerjaan mereka.







[Gambas:Video CNN]

Meski ada juga yang keberatan dengan dihapusnya gaji ke-13 lantaran uang tersebut jadi andalan untuk biaya sekolah saudara-saudaranya.



Ada juga warganet yang tidak setuju dengan usulan Jokowi. Ia menilai rakyat kembali menjadi "korban".

"Sebenarnya pemerintah kita bisa atau tidak menanggulangi ini semua. Ada saja yang rakyat jadi korban, heran saja lihat kinerja para pemerintah pusat," cuit @kurniawannnn__.

"Sekarang desas-desus Gaji 13 tidak dibayarkan, sudah WFH pemasukan dipotong 4 bulan, sekarang Gaji 13 dan THR mau dihapus," pungkasnya.





Namun, sebagian warganet menyindir para PNS yang tidak setuju dengan penghapusan gaji ke-13 itu.



Saat ini, pemerintah bersama-sama tengah melakukan refocusing dan realokasi seluruh anggaran. Ada sekitar Rp95,7 triliun anggaran yang direalokasi untuk TKDD dan Rp9,4 triliun direalokasi untuk belanja tahap pertama.

Kementerian Keuangan mengatakan dalam proyeksi APBN 2020, penerimaan hanya Rp1.760,9 triliun atau turun dari target Rp2.233,2 triliun. Sementara, belanja negara naik dari Rp2.540 triliun menjadi sebesar Rp2.613,8 triliun.

Dengan proyeksi tersebut, defisit diperkirakan membengkak menjadi 5,07 persen dari PDB atau sekitar Rp853 triliun dari sebelumnya 1,76 persen atau Rp307,2 triliun. (din/eks)

[Gambas:Video CNN]