UN Ditiadakan Imbas Corona, Netizen Minta Nadiem Adil ke SMK

CNN Indonesia | Selasa, 24/03/2020 16:45 WIB
UN Ditiadakan Imbas Corona, Netizen Minta Nadiem Adil ke SMK Ilustrasi ujian nasional. (ANTARA FOTO/Herman Dewantoro)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo telah memutuskan meniadakan Ujian Nasional (UN) Tahun 2020 akibat dampak wabah virus corona Covid-19. Sontak warganet khususnya yang duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA) bereaksi dengan menaikkan tagar #UNBK.

Sebagian besar mencuitkan rasa senang dan syukur mereka karena UN 2020 dihapus, dengan menyelipkan foto meme bernada humor.

Seperti akun @adndaltvkaa yang mengunggah gambar salah satu tokoh kartun yakni Squidward yang disandingkan di bagian sisi kiri dan kanan.


Pada bagian kanan gambar, dinarasikan sebagai seorang siswa yang telah menghabiskan uang untuk membeli buku kisi-kisi UN dan telah mengikuti les dengan biaya yang mahal.


Sementara gambar di sisi kiri, dinarasikan sebagai seorang siswa 'kaum rebahan'. Artinya, ia tidak melakukan kegiatan belajar untuk mempersiapkan UN.



Senada dengan @adndaltvkaa, warganet @pacificbvbble juga membuat unggahan gambar tokoh kartun. Salah satu tokoh kartu itu dinarasikan, "untung belom beli buku detik2".



Selain itu, keputusan UN 2020 dihapus membuat pernyataan, "Aku Mau Fokus UN Dulu" tidak lagi berlaku.



Ada juga warganet yang mempertanyakan kelanjutan dari penghapusan UN 2020. Apakah ia bisa langsung dinyatakan lulus atau tidak.



Kendati demikian, warganet yang duduk di bangku Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) meminta keadilan kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim. Ia juga meminta Nadiem untuk menghapus UKK (Uji Kompetensi Keahlian).

[Gambas:Video CNN]

"Cukup paketan aja yang unlimited, nyawa kita jangan. Anak SMK juga takut sama #COVID19 jadi kita anak #smkbutuhkeadilan, jangan #UNBK saja yang dihapus, kami yang anak SMK minggu depan mau UKK enggak dihapuskan juga? Justice please @DPR_RI @NadimMakarim,"



Sementara itu akun @Chezy_CRI berharap anggaran dana untuk UN 2020 bisa dihibahkan untuk penanganan Covid-19.

"UN 2020 ditiadakan. Semoga anggaran dana buat ujian bisa dialihkan ke penanganan Covid-19,"



Sebelumnya, Juru Bicara Presiden Fadjroel Rachman mengatakan keputusan membatalkan UN 2020 diambil sebagai respons merebaknya wabah virus corona. Pemerintah mengutamakan keselamatan dan kesehatan masyarakat.

Di sisi lain, kata Fadjroel, peniadaan UN juga salah satu penerapan kebijakan social distancing atau yang kini disebut physical distancing untuk mencegah penyebaran virus corona.

"UN ditiadakan untuk tingkat SMA atau setingkat Madrasah Aliyah, SMP atau setingkat Madrasah Tsanawiyah, dan Sekolah Dasar (SD) atau setingkat Madrasah Ibtidaiyah," ujarnya.

Sementara opsi pengganti UN sendiri masih dikaji oleh DPR dan pemerintah. 



(din/DAL)