Alasan Terjadi Fenomena Super Pink Moon Malam Ini

CNN Indonesia | Selasa, 07/04/2020 13:17 WIB
Berikut alasan mengapa terjadi bulan purnama super dengan sebutan Super Pink Moon malam ini. Ilustrasi (AFP PHOTO / NICOLAS TUCAT)
Jakarta, CNN Indonesia -- Fenomena Bulan purnama dengan sebutan super pink moon akan terjadi nanti malam, tepatnya pada Rabu (8/4) dini hari pukul 01.08 WIB.

Super Pink Moon adalah nama yang disematkan pada fenomena Super Moon yang terjadi pada bulan April. Penamaan pink diambil dari bunga-bunga yang mulai bermekaran di bulan ini. Nama tersebut utamanya diambil dari bunga Wild Ground Phlox yang mekar bulan ini.

Penamaan ini sebenarnya sedikit mengecoh, karena bulan tak akan benar-benar tampak berwarna pink. Namun, sedikit berwarna oranye.


Semburat warna oranye ini terjadi ketika Bulan baru terbit dan terpengaruh oleh kondisi atmosfer Bumi. Nitrogen dan oksigen di atmosfer menjadi filter kebiruan.

Sehingga akan menimbulkan tampilan efek oranye pada bulan yang bercahaya putih. Efek ini serupa dengan semburat oranye yang terjadi ketika matahari tenggelam. Warna kemerahan pada Bulan hanya terjadi pada fenomena gerhana Bulan yang dikenal dengan istilah Blood Moon.

Fenomena super moon ini kerap dikaitkan dengan perayaan Paskah, lantaran waktunya yang terjadi berdekatan.

Fenomena ini terjadi Bulan akan berada dalam posisi terdekatnya dengan bumi pada Selasa (7/4), pukul 2:08 p.m. EDT (1808 GMT). Ketika ada di posisi terdekat ini, Bulan akan terlihat 14 persen lebih besar dan 30 persen lebih terang dari biasanya, seperti dilaporkan The Sun.

Fenomena bulan purnama ini pun terjadi ketika Bulan ada di posisi berlawanan dari Matahari, sehingga Bulan mendapat pantulan penuh dari cahaya Matahari.

Pada Senin malam dan Rabu malam, bulan akan tampak sedikit lebih bulat dari pada Selasa malam. Bayangan gelap akan muncul di sisi kiri bulan pada hari Senin dan sisi kanan bulan pada hari Rabu.
 
Melansir Space, supermoon diprediksi akan menimbulkan pasang surut air laut yang ekstrim, artinya pasang tinggi akan berjalan lebih tinggi dari normal dan pasang rendah akan lebih rendah dari biasanya. Fenomena pasang surut akibat supermoon secara otomatis akan memperburuk potensi banjir di kawasan pesisir. 
 
Gelombang pasang tertinggi diprediksi tidak akan bertepatan dengan supermoon, tetapi akan melambat hingga beberapa hari tergantung pada lokasi pantai. Misalnya, air pasang setinggi 1,7 meter  di Wilmington, North Carolina, akan terjadi pada Kamis (9/4), pukul 11.21 p.m. EDT. Sedangkan pasang setinggi 1,9 meter di The Battery, Ner York City, akan terjadi pada Rabu (8/4), pukul 9.34 p.m. EDT.
Super Blue Blood Moon (CNN Indonesia/Hesti Rika)

Sebaliknya, bulan purnama akan bertepatan erat dengan apogee, titik terjauh dari bumi pada 31 Oktober 2020. Pada malam itu, bulan akan tampak lebih kecil 13,8 persen daripada yang akan muncul akhir pekan ini. Beberapa orang menyebutnya sebagai micromoon atau minimoon.
 
Sebelumnya, Observer's Handbook of Royal Astronomical Society of Canada dalam edisi 2020 menyatakan bulan purnama tanggal 9 Maret adalah terbesar pada tahun 2020. Namun, pernyataan itu keliru karena saat bulan purmana saat itu berukuran lebih kecil dari bulan ini.
 
Melansir Science Alert, bulan pada saat super pink moon tidak akan benar-benar tampak berwarna pink. Namun, pada fenomena ini bulan akan tampak sebagai yang terbesar dan paling terang dari semua bulan penuh pada tahun 2020. 
 
Supermoon dapat muncul 7 persen lebih besar dari rata-rata ukuran bulan purnama  dan 15 persen lebih cerah.
 
Supermoon merah muda akan terlihat di langit Australia pada hari Rabu (8/4) malam. Di Inggris, puncak kecerahan akan berada pada Rabu (8/4) dini hari. Sedankan bagi pengamat bulan AS waktu terbaik untuk keluar dan melihat adalah Selasa (7/4) malam. (jps/eks)

[Gambas:Video CNN]