Pasar Mobil RI Turun, Alternatif Pabrikan Produksi Ventilator

Rayhand Purnama, CNN Indonesia | Selasa, 07/04/2020 14:54 WIB
Kinerja otomotif nasional sejak pandemi corona mengalami tekanan. Situasi ini bisa dimanfaatkan pabrikan untuk memproduksi ventilator untuk pasien corona. Ilustrasi ventilator untuk membantu pernapasan pasien corona. (Foto: iStockphoto/zilli)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pabrik-pabrik otomotif di Indonesia diharapkan memproduksi alat pernapasan atau ventilator untuk penanganan pasien positif corona di saat keterbatasan pabrik memproduksi kendaraan.

"Semoga produksi ventilator nantinya bisa menjadi solusi untuk mempertahankan kinerja sektor otomotif di tengah kondisi sulit sekarang," kata Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Putu Juli Ardika melalui keterangan tertulis, dikutip Selasa (7/4).

Kinerja otomotif nasional sejak merebaknya pandemi corona mengalami tekanan. Sejumlah produsen mobil dan sepeda motor juga dilaporkan telah mengurangi produksi kendaraan, bahkan ada pabrik menghentikan aktivitas pabrik secara penuh dalam jangka waktu tertentu.


Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) dan Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) bahkan sudah merevisi target penjualan kendaraan selama tahun ini.

Gaikindo merevisi target penjualan mpbil 2020 menjadi 600 ribu unit dari sebelumnya 1,05 juta unit, sedangkan AISI merevisi target penjualan roda dua berkurang nyaris 2 juta unit dari 6,48 juta unit.

Putu melanjutkan sejauh ini menerima laporan sudah ada beberapa produsen menyatakan siap memproduksi alat bantu pernapasan khusus untuk pasien Covid-19.

"Kami memberikan apresiasi kepada pelaku industri yang menyambut baik terhadap upaya kemanusiaan ini," kata Putu.

Putu menambahkan produsen otomotif kini sedang menindaklanjuti kerja sama dengan industri komponen dalam pengembangan prototipe ventilator. Siapa saja Agen Pemegang Merek (APM) tersebut, Putu tidak menjabarkannya.

"Perusahaan itu juga telah mengidentifikasikan ada beberapa tim di lembaga pendidikan dan penelitian yang sedang bekerja mengembangkan ventilator," ucap dia.

Kendala produsen otomotif produksi ventilator

Ketua Umum Gaikindo Yohannes Nangoi mengatakan pihaknya mendesak pemerintah menyediakan perusahaan rekanan atau pendamping yang berkompeten pada bidang alat kesehatan.

Pendamping tersebut dikatakan Nangoi bakal membantu menjabarkan blueprint (cetak biru) terkait teknis pembuatan ventilator, alih teknologi, sampai memodifikasi fasilitas perakitan mobil yang ada saat ini agar dapat digunakan memproduksi ventilator dan menentukan standar bahan baku kepada supplier.

"Kemudian, partner yang sudah berpengalaman itu menentukan standar bahan baku kepada pemasok, kami hanya membantu menjahitkan," ujar Nangoi.

Di sisi lain, AISI menyatakan anggotanya yaitu Honda, Suzuki, Kawasaki, TVS, dan Yamaha juga tak masalah jika diminta pemerintah membuat ventilator. Namun AISI masih menunggu gambaran teknis terkait alat itu.

Salah satu produsen, yaitu Daihatsu menambahkan pabrikan semestinya tak kesulitan memproduksi ventilator. Tapi di satu sisi, industri komponen harus dipastikan kesiapannya untuk memasok suku cadang pembuatan alat itu.

"Nah buat pabrikan tidak terlalu sulit prosesnya ibaratnya kami tinggal merakit. Tapi supplier ini saat membuat part ventilator karena butuh tooling dan lain-lain," kata Direktur Marketing Astra Daihatsu Motor (ADM) Amelia Tjandra. (ryh/mik)

[Gambas:Video CNN]