Cara Pabrik Ponsel China Cegah Wabah Corona Gelombang Dua

eks, CNN Indonesia | Kamis, 09/04/2020 14:00 WIB
Cara Pabrik Ponsel China Cegah Wabah Corona Gelombang Dua Ilustrasi (Dok. Xiaomi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pabrik di China perlahan mulai kembali membuka bisnis mereka setelah wabah virus corona mereda di China. Meski demikian, pemerintah dan para pebisnis melakukan langkah hati-hati untuk kembali memutar roda perekonomian agar tak terjadi wabah Covid-19 gelombang dua.

Beberapa perusahaan menyewa seluruh kamar di hotel sebagai tempat karantina pekerja mereka. Beberapa bioskop bahkan menyewakan pekerja ke pabrik lantaran mereka masih belum bisa beroperasi penuh.

Sebelumnya, karantina yang ketat juga masih diberlakukan untuk mencegah impor virus ini dari luar negeri. Kebijakan ini menyebabkan 300 juta pekerja migran belum bisa kembali ke China.


David Levine, profesor dari administrasi bisnis di Universitas California Berkeley menyebut pabrik-pabrik ini juga mesti menerapkan protokol aman untuk mencegah penularan dari produk yang mereka buat.


"Perlu ada prosedur yang dijalankan...untuk meyakinkan pengguna kalau produk mereka aman (dari penularan virus), tuturnya seperti dikutip Washington Post

Meski perusahaan dan pabrik Cina sudak kembali meningkatkan produksi, namun beberapa produsen yang bergantung pada kontrak pelanggan di luar negeri mulai merasakan kelesuan pesanan dari Amerika Serikat dan Eropa. Hal ini sejalan dengan mulai merebaknya wabah ini ke luar negeri.

Sebagian perusahaan juga khawatir wabah ini bakal membuat perusahaan multinasional mengurangi ketergantungan mereka pada produk buatan China dan beralih ke pusat manufaktur alternatif di negara lain, seperti dilaporkan SCMP

1. Perakitan ponsel
Ilustrasi (Dok. Xiaomi)

Di Foxconn, pabrik pembuat Apple, saat makan siang pekerja duduk di meja dengan penghalang tinggi. Sehingga orang-orang tak bisa saling menatap dan bicara untuk mencegah penularan.

Tiap meja dengan bilik ini juga dilengkapi dengan kode QR sehingga perusahaan bisa tahu siapa makan dimana saat makan siang. Hal ini juga memudahkan perusahaan memonitor potensi penularan jika ada kasus baru.

Saat masuk asrama, pekerja diminta untuk meninggalkan mantel dan tas di tempat khusus untuk didisinfektan. Perusahaan juga memasang kamera video yang melacak suhu tubuh pegawai saat mereka melewati kamera tersebut.

Foxconn juga menyediakan tes asam nukleat dan pemindai x-ray di dada ketika dibutuhkan. Hingga saat ini Foxconn sudah memproduksi 10 juta masker bedah dengan target 2 juta masker untuk penggunaan internal.

Para pekerja juga dikelompokkan per-20 orang yang berkumpul siang-malam untuk melacak kesehatan masing-masing seperti dilaporkan pemerintah Zhengzhou.

"Kelompok karyawan ini, bekerja, bepergian, hidup, dan makan bersama, untuk memastikan semua kontak pribadi karyawan terlacak," kata pemberitahuan itu.


2. Perusahaan elektronik

Di pabrik perangkat elektronik TCL, pekerja diminta untuk membawa handuk sendiri yang digunakan sebagai pembasuh setelah cuci tangan. Hanya dua orang yang boleh ada di kamar mandi secara bersamaan.

Para pekerja tiap hari harus mengukur suhu, disinfeksi badan, memasang masker, dan memindai kode QR saat masuk pabrik.

3. Perusahaan seluler
Ilustrasi (CNN Indonesia/Hani Nur Fajrina)

Huawei meminta karyawan memberikan laporan harian sebelum sore.

"Kami mewajibkan karyawan untuk melaporkan kondisi ke aplikasi kesehatan setiap hari sebagai syarat memasuki gedung Huawei," jelas juru bicara Huawei Joe Kelly.

Semua makanan di kafetaria perusahaan itu harus matang. Telur setengah matang dan sunny side up (telur ceplok dengan bagian kuning setengah matang) tidak diperbolehkan. Para manager juga harus melakukan pemeriksaan acak kepada karyawan untuk mengecek apakah mereka sudah mencuci tangan.

Foxconn dan pabrik Apple lain sempat ditutup pada Februari akibat wabah corona, seperti ditulis MacRumors. Saat ini, wabah tersebut telah mereda di China. Meski mereka masih memiliki beberapa warga yang terinfeksi, namun masih ada catatan kasus baru. 


4. Pabrik mobil

Sementara itu pekerja perakitan mobil China Xusheng Auto juga mewajibkan karantina selama dua minggu sebelum diizinkan masuk ke pabrik.

Karantina ditujukan kepada pekerja yang telah menghabiskan waktu di wilayah yang sempat terinfeksi parah, seperti ditulis NPR


Perusahaan juga menyediakan masker dan disinfektan bagi para pekerja mereka yang sehat. Perusahaan ini juga menyewa hotel yang saat ini tak memiliki tamu sebagai lokasi karantina karyawan mereka yang baru kembali dari luar negeri. (eks)

[Gambas:Video CNN]