Terpukul Corona, Situs Tampilkan Penerbangan Dunia Sepi

CNN Indonesia | Kamis, 09/04/2020 15:27 WIB
Situs flightradar24 menunjukkan sepinya penerbangan sesudah pandemi Covid-19 melanda berbagai negara di belahan dunia. Ilustrasi (ANTARA FOTO/ Aloysius Jarot Nugroho)
Jakarta, CNN Indonesia -- Lalu lintas penerbangan dunia menurun signifikan akibat pendemi Covid-19 akibat infeksi virus corona. Berdasarkan pantauan di flightradar24, hal itu terlihat dari ikon pesawat yang jauh lebih sedikit jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya.
 
Pandemi virus corona yang menyebabkan Covid-19 telah membuat banyak negara menerbitkan kebijakan pembatasan perjalanan dari satu kota ke kota lain atau dari satu negara ke negara lain.

Penerbangan antar kota pun berkurang lantaran penduduk diminta untuk lebih banyak diam di rumah untuk mencegah penularan yang lebih masif.

Sebagai contoh, flightradar24 menyampaikan jumlah penerbangan dunia pada 7 Maret, pukul 15.00 UTC mencapai 15.012 penerbangan. Angka ini menurun drastis satu bulan kemudian pada 7 April. Tersisa hanya sekitar sepertiga penerbangan dari bulan sebelumnya yang masih beroperasi sebanyak 5.275 penerbangan.
 




 
Situs flightradar24 juga menyampaikan bahwa langit Eropa menjadi sangat tenang sejak pandemi Covid-19. Sebab, penerbangan di Eropa bulan ini mengalami penurunan jika dibandingkan bulan Maret. Penurunan mencapai 2.400 penerbangan. 
 
Sedangkan di kawasan China dan negara sekitarnya, flightradar24 mengatakan penerbangan antara 7 Januari dan 7 April mengalami penurunan pertama pada minggu ketiga bulan Januari. Lalu lintas di bandara tersibuk di China juga hingga kini masih turun sekitar 60 persen dari tingkat normal.
 
Dalam keterangnnya, flightradar24 juga memprediksi lalu lintas global akan terus menurun sepanjang April imbas dari Covid-19.

"Lalu lintas global kemungkinan akan terus turun sepanjang April karena maskapai mengurangi jadwal terbang mereka, terutama di tempat-tempat seperti Amerika Serikat," kata flightradar24.
 
Berdasarkan data Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, jumlah penerbangan domestik terus mengalami penurunan sejak pertengahan Maret 2020. Misalnya, jumlah penerbangan pada 8 April hanya sebanyak 416 penerbangan atau turun 1.563 penerbangan jika dibandingkan dengan 8 Maret. 
 
Jumlah penerbangan dari domestik dari 1 Maret-8 April hanya mencapai 59.673 penerbangan. Jumlah itu jauh berbeda jika dibandingkan dengan waktu yang sama pada tahun 2019 yang mencapai 70.518 penerbangan.
 
Sama halnya dengan domestik, penerbangan internasional juga mengalami penurunan yang sangat signifikan. Data Ditjen Perhubungan Udara menunjukkan bahwa penerbangan pada 8 April hanya sebanyak 7 penerbangan. Angka itu sangat jauh berbeda jika dibandingkan dengan penerbangan internasional pada 8 Maret yang mencapai 254 penerbangan.
 
Sementara jumlah penerbangan dari internasional dari 1 Maret-8 April hanya mencapai 5.381 penerbangan. Jumlah itu jauh berbeda jika dibandingkan dengan waktu yang sama pada tahun 2019 yang mencapai 11.820 penerbangan. (jps/eks)

[Gambas:Video CNN]