Zoom Rekrut Eks Bos Keamanan Facebook Atasi Data Bocor

CNN Indonesia | Kamis, 09/04/2020 21:06 WIB
Perusahaan Zoom menggandeng mantan Kepala Keamanan Facebook sebagai konsultan keamanan usai isu bocornya data pengguna kala wabah corona. Ilustrasi aplikasi Zoom. (Olivier DOULIERY / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Perusahaan layanan konferensi video, Zoom menggandeng mantan Kepala Keamanan Facebook Alex Stamos sebagai konsultan pada sektor keamanan dan privasi.

Hal ini dilakukan buntut dari polemik yang membelit Zoom mulai dari Zoombombing hingga diam-diam mengirim data ke Facebook.

Lewat laman Medium pribadinya, Stamos menegaskan ia tidak bergabung sebagai karyawan Zoom melainkan hanya diminta menjadi penasihat untuk memperbaiki keamanan infrastruktur Zoom.


"Supaya jelas, saya bukan karyawan atau eksekutif Zoom. Kesempatan menjadi konsultan Zoom menarik untuk saya, lalu saat ditawari, saya langsung bersedia," tulis Stamos.

"Zoom memiliki beberapa pekerjaan rumah penting yang mesti diperbaiki, misalnya soal desain kriptografi dan keamanan infrastrukturnya. Saya tidak sabar untuk bekerja dengan tim teknik Zoom pada proyek-proyek tersebut," sambungnya.


Lebih lanjut kata Stamos, ia menerima tawaran perusahaan yang digawangi oleh Eric Yuan ini karena saat ini Zoom telah menjadi penghubung penting antara rekan kerja, keluarga, guru hingga siswa saat pandemi virus corona Covid-19.

"Saya mendorong seluruh industri untuk merefleksikan praktik keamanan mereka, ini mungkin tantangan paling berdampak yang dihadapi oleh industri teknologi saat masa Covid-19," kata dia.

Akibat sejumlah blunder yang dilakukan oleh Zoom itu, Staff Badan Pengawas Sekolah di kawasan Berkeley AS, Brent Stephens meminta kepada sekolah-sekolah di daerahnya untuk tidak menggunakan Zoom sebagai medium untuk melakukan pengajaran jarak jauh.

Pihaknya pun kini tengah mengevaluasi lebih lanjut produk aplikasi telekonferensi.

"Kami ingin mengambil jeda untuk mengevaluasi Zoom demi keselamatan para siswa," kata Stephens seperti dikutip South China Morning Post.


Di satu sisi, Pendiri dan CEO Zoom Eric Yuan mengakui aplikasi Zoom memang memiliki masalah keamanan dan privasi. Saat ini perusahaan tengah mengupayakan untuk mengatasi hal tersebut.

Yuan mengatakan perusahaan telah menghentikan proyek pengembangan fitur agar fokus untuk mengatasi masalah privasi dan keamanan. Yuan mengaku penghentian pengembangan berlangsung selama 90 hari.

"Kami bergerak terlalu cepat, dan kami salah langkah. Kami telah mempelajari dan telah mengambil langkah untuk fokus pada privasi dan keamanan," ujar Yuan.

Padahal, Zoom tengah naik daun. Berdasarkan data, Zoom mencatat kenaikan yang sangat signifikan dalam penggunaan aplikasi dampak dari kebijakan kerja dan belajar di rumah selama pandemi Covid-19.

Data internal mencatat pengguna Zoom telah mencapai 200 juta pada bulan Maret 2020 atau naik dari 10 juta pada bulan Desember 2019.

(din/DAL)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK