Covid Track, Aplikasi Lindungi Tenaga Medis RI Lawan Corona

CNN Indonesia | Kamis, 09/04/2020 16:38 WIB
Aplikasi Covid Track dibuat BPPT khusus untuk melindungi tenaga medis di Indonesia dari potensi terkena paparan virus corona. Aplikasi Covid Track untuk lawan corona. (BPPT)
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) meluncurkan aplikasi yang ditujukan untuk melindungi tenaga medis di Indonesia dari potensi terkena paparan virus corona SARS-Cov-2 yaitu Covid Track.

Kepala BPPT Hamam Riza mengatakan Covid Track baru tersedia di Google Play Store. Salah satu fitur utama aplikasi ini adalah adanya pendataan ketersediaan Alat Pelindung Diri (APBD) untuk para tenaga medis yang dikelola oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Selain itu, aplikasi Covid Track diperuntukkan untuk dokter praktek mandiri. Jadi, ketika dokter tersebut henda melakukan anamnesa (pemeriksaan awal) terhadap seorang pasien yang berkunjung.


"Melalui aplikasi ini, ketika seorang dokter hendak anamnesa dan mulai mendata pasien yang berkunjung, maka berdasarkan NIK yang dimasukan, dokter akan tahu apakah pasien tersebut sudah pernah terdata sebelumnya atau belum," kata Hamam melalui konferensi video, Kamis (9/4).


"Bila data menunjukkan bahwa pasien berstatus PDP atau bahkan terkonfirmasi positif, maka aplikasi akan mengirimkan notifikasi ke dokter untuk mengambil tindakan preventif," sambungnya.

Ada juga fitur analisis sebaran dan pergerakan penderita Covid-19. Maka, pemerintah atau instansi terkait dapat melakukan tindakan-tindakan pencegahan atau pemeriksaan pada tempat-tempat atau lokasi yang sempat disinggahi penderita dalam kurun waktu 14 hari terakhir.

Untuk mendapatkan informasi tersebut, pasien diharuskan untuk menginstal aplikasi Covid Track. Nantinya aplikasi ini bakal mengirimkan data posisi secara berkala ke server.

Menurut BPPT, tracing pada pasien dapat dilihat pada halaman terbatas aplikasi yang tengah dirampungkan, sehingga tidak semua orang dapat melihat data tersebut. Menyoal fitur pendataan kebutuhan APD yang diperuntukan untuk tenaga medis, IDI bakal mengelola penyaluran APD berdasarkan sumbangan dari masyarakat.


"Dengan melihat data tersebut, kemudian disandingkan dengan skala prioritas. Diharapkan penyaluran bantuan dapat dilakukan dengan baik," tutur Hammam.

Lebih lanjut kata Hammam, penyaluran APD tidak hanya diperuntukkan untuk fasilitas kesehatan yang dikelola oleh pemerintah, tetapi juga swasta.

Fitur lainnya yaitu membantu memberikan informasi kepada masyarakat untuk membeli APD yang sesuai dengan standar. Hal ini juga dapat memudahkan masyarakat jika ingin melakukan donasi atau sumbangan APD tetapi tidak memiliki informasi di mana harus mencarinya.

BPPT juga membangun aplikasi Covid Track berbasis website yang bisa diakses di alamat https://covidtrack.bppt.go.id.

"Ini (website Covid Track) ditampilkan informasi tentang perkembangan sebaran Covid-19 pada umumnya dan juga sebagai interface bagi pengelola dalam melakukan manajemen kebutuhan dan pengiriman bantuan APD," pungkas Hammam.

(din/DAL)

[Gambas:Video CNN]