Ada Hoaks 5G Tularkan Corona, Menara Seluler Belanda Dibakar

CNN Indonesia | Minggu, 12/04/2020 17:34 WIB
Setelah Inggris, teori konspirasi penularan virus corona yang dihubungkan dengan teknologi 5G mulai bergejolak di Belanda. Ilustrasi menara seluler. (ANTARA FOTO/Zabur Karuru)
Jakarta, CNN Indonesia -- Teori konspirasi virus corona yang dihubungkan dengan teknologi 5G mulai bergejolak di Belanda. Saat ini, beberapa menara telekomunikasi (BTS) jaringan internet 5G dibakar oleh sejumlah orang tidak dikenal.

Sebelumnya, insiden pembakaran BTS 5G juga terjadi di sejumlah lokasi di Inggris. Sejauh ini ada tiga BTS yang dibakar, yakni di Birmingham, Liverpool, dan Merseyside.

Menurut laporan media Belanda, De Telegraaf dikutip dari Engagdget, setidaknya ada empat BTS 5G yang diserang dalam satu minggu.


Badan Keamanan dan Penanggulangan Terorisme Belanda (National Coordinator for Security and Counterterrorism/NCTV) mengungkapkan pihaknya telah menerima laporan soal penyerangan BTS 5G.

Melalui situs resmi mereka, hal itu disebabkan oleh sebagian warga Belanda termakan oleh teori konspirasi virus corona yang beredar di media sosial.

"Pemerintah Belanda telah menghimpun berbagai insiden seperti pembakaran dan sabotase BTS 5G. Ini sangat memprihatinkan dan dapat mengganggu jangkauan jaringan telekomunikasi," tulis juru bicara NCTV dikutip Channel News Asia.

Sebelumnya, di berbagai media sosial, khususnya Facebook beredar informasi bahwa jaringan 5G menyebabkan virus corona karena menyedot oksigen keluar dari paru-paru manusia.

Bahkan kota yang pertama kali terdampak corona, Wuhan telah mengimplementasikan 5G. Virus Corona telah menjadi momok bagi seluruh negara di dunia.

Ada juga grup Facebook anti-5G bernama 'Stop5G' telah beredar informasi dan postingan yang menyalahkan 5G sebagai penyebab virus corona. Grup ini memiliki 26 ribu anggota dan secara aktif membagikan postingan dan informasi salah tersebut.

Anggota kelompok lain yang disebut 'STOP 5G U.K' bahkan telah menuding wabah virus corona baru di Italia karena telah meluncurkan 5G.

Teori ini berpusat pada fakta bahwa Wuhan adalah kota pertama di China yang meluncurkan 5G. Hoaks menyebutkan 5G merusak sistem kekebalan tubuh.

Layanan video streaming, Youtube mengatakan pihaknya bakal menindak tegas konten yang beredar di platform mereka yang membahas soal teori konspirasi virus corona SARS-Cov-2 yang dihubungkan dengan teknologi 5G.

Nantinya, salah satu produk perusahaan induk Alphabet Inc akan mengurangi jumlah video teori konspirasi itu. Namun perusahaan tetap membolehkan video teori konspirasi soal 5G tapi tidak dikaitkan dengan virus corona.

"Kebijakan kami sudah jelas, kami melarang mempromosikan video yang tidak berdasar secara medis soal virus corona," kata Juru Bicara Youtube.

(din/ard)

[Gambas:Video CNN]