Plasma Darah Usai Lebaran, Cuma untuk Pasien Corona Akut

M. Ikhsan, CNN Indonesia | Kamis, 14/05/2020 15:55 WIB
Petugas medis berjalan melewati fasilitas baru untuk pasien anak yang terinfeksi virus corona (COVID-19) di RSUPN Dr Cipto Mangunkusumo, Jakarta, Kamis (30/4/2020). Kapasitas ruangan untuk penanganan pasien Corona RS tersebut bertambah dari sebelumnya dilakukan di tiga lantai Gedung Kiara (lantai 1, 2, dan 6) menjadi empat lantai dengan tambahan di lantai 4. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/nz Ilustrasi. (Foto: ANTARA/ADITYA PRADANA PUTRA)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Institute Amin Soebandrio berharap terapi plasma darah untuk menyembuhkan pasien Covid-19 di Indonesia, mulai bisa diterapkan di sejumlah rumah sakit usai Hari Raya Idul Fitri.

Amin mengatakan pihaknya sudah menyepakati protokol nasional untuk menerapkan terapi plasma darah serta proses pengambilan donor.

"Kemarin kita baru menyepakati protokol nasional untuk penerapannya di rumah sakit dan juga proses pengambilan donor," ujarnya saat dihubungi CNNIndonesia.com, Kamis (14/5).


"Setelah protokol itu selesai, diharapkan minggu ini bisa di tanda tangani dan minggu depan atau sehabis lebaran sudah bisa diterapkan," lanjut Amin.

Proses pendonoran itu kata Amin seperti proses donor darah biasa. Darah yang berasal dari penyintas atau pasien sembuh Covid-19 akan dimasukkan ke mesin, kemudian plasma akan dipindahkan dari sel. Sel tersebut dikembalikan ke dalam tubuh, agar pasien tidak kehilangan selnya.

Dalam protokol, plasma darah mesti diambil dari pasien yang sudah dua minggu sembuh dari virus corona. Selain itu, terapi ini diperuntukan bagi pasien terjangkit Covid-19 yang berat, misalnya perlu bantuan ventilator dan memiliki penyakit bawaan.

"Jadi ini (terapi plasma darah) hanya dibolehkan kepada mereka yang penyakitnya berat, tidak untuk yang ringan dan tidak boleh untuk pencegahan," ucap Amin.

Setelah plasma masuk ke dalam tubuh pasien, pasien tersebut akan diamati secara intensif selama satu minggu. Amin mengatakan merujuk kepada estimasi tenaga medis di China, hanya dalam beberapa hari pasien sudah akan menunjukkan tanda-tanda membaik.

Uji Coba Protokoler di RSPAD

Amin menuturkan dua pasien dinyatakan sembuh dari Covid-19 setelah menjalani terapi plasma darah.

"Sudah ada dua sampai tiga pasien yang sembuh (karena terapi plasma darah), kira-kira dua hingga tiga minggu yang lalu," pungkasnya.

Terapi plasma darah sendiri berangkat dari tindakan yang dilakukan otoritas kesehatan China kepada orang terjangkit virus corona baru, yang diberikan antibodi mantan pasien Covid-19.

Otoritas Kesehatan China juga telah mendaftarkan plasma darah sebagai salah satu langkah perawatan pasien virus corona yang berada dalam kondisi kritis.

Sebab, orang yang telah terinfeksi virus corona dapat mulai membentuk antibodinya sendiri dalam hitungan hari. Antibodi ini dibuat khusus oleh sistem kekebalan tubuh untuk melawan virus corona baru dan dianggap sebagai komponen penting untuk masa pemulihan.

Amerika Serikat merupakan negara pertama yang menguji coba terapi plasma darah akhir Maret 2020, di bawah koordinasi Food and Drug Administration (FDA). Saat ini, para dokter dan peneliti memantau dengan cermat bagaimana plasma bekerja di dalam tubuh untuk menyembuhkan pasien Covid-19. (din/mik)

[Gambas:Video CNN]