Menurutnya, laptop terkena program remote kontrol, bukan karena kelemahan keamanan Zoom.
Sebelumnya, beredar sebuah video yang viral di media sosial. Dalam video itu seorang wanita asal Indonesia mengaku laptopnya diretas lewat akun Gmail, setelah menggunakan layanan konferensi video Zoom.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Cara Tangkal Peretasan Akun Zoom |
"Video ini sudah menyebar cukup lama dan viral, kelihatannya komputer terkena program remote kontrol. Dan lucu juga dia menyalahkan Zoom karena Zoom tidak bisa remote sampai sedalam itu," kata dia saat dihubungi CNNIndonesia.com, Kamis (30/4).
Kendati begitu, Zoom memang bisa menggunakan remote kontrol tetapi hanya satu layar presentasi dan tidak bisa berpindah-pindah tab.
Fitur remote control di Zoom hanya bisa dipakai untuk mengendalikan aplikasi, atau layar pengguna yang sedang dibagikan saja, tidak bisa untuk membuka atau mengakses aplikasi lain di luar apa yang sedang ditampilkan di screen sharing.
Alfons pun menegaskan bahwa laptop wanita tersebut tidak diretas usai menggunakan layanan Zoom.
"Aku Zoom yang diretas hanya bisa digunakan untuk mengakses layanan Zoom akun tersebut dan tidak ada hubungannya dengan PC yang diretas," pungkasnya. (din/eks)